Menghidupi Iman, Mewartakan Keselamatan

0
50 views
Ilustrasi.(Ist)

Puncta 18 April 2024
Kamis Paskah III
Yohanes 6:44-51

PENGAJARAN Yesus tentang Roti Hidup tidak mudah dipahami oleh orang-orang di Kapernaum. “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”

Ketidakpahaman mereka itu diungkapkan dengan tindakan bersungut-sungut. Beberapa orang Yahudi bersungut-sungut karena Yesus telah mengatakan “Akulah Roti yang telah turun dari surga.”

Yesus membandingkan roti “manna” yang dimakan nenek moyang mereka dengan Roti yaitu daging-Nya sendiri yang akan memberikan hidup kekal.

“Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah Roti yang telah turun dari surga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.”

Orang-orang masih mengalami kebingungan bagaimana Dia ini memberikan Diri-Nya untuk dimakan. “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan?”

Kalau kita merenungkannya dari perspektif peristiwa kebangkitan, kita langsung teringat bahwa sebelum wafat Yesus mengadakan perjamuan makan. Di sana Ia membagikan roti dan piala dengan berkata, “Inilah Tubuh-Ku, Inilah piala darah-Ku.”

Jadi roti dan anggur itu sebagai eksistensi pemberian hidup Yesus demi keselamatan kita.

Setelah Dia bangkit, hal itu masih dilakukan-Nya kepada murid-murid-Nya. Berulangkali Yesus memecahkan roti dan mengucap syukur atas piala sebagai pemberian Tubuh dan darah-Nya.

Kita yang beriman kepada Kristus percaya bahwa Dia benar-benar memberikan Tubuh dan Darah-Nya saat memecah-mecahkan roti. Yesuslah Roti Hidup.

Dan sabda-Nya kepada kita, “Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.” Iman inilah yang menjamin keselamatan kita.

Iman itu harus diwartakan, tidak untuk dirinya sendiri, supaya makin banyak orang memperoleh hidup kekal. Dan itulah yang dilakukan oleh Filipus. Dia mewartakan imannya kepada sida-sida dari Ethiopia yang sedang pulang ziarah.

Filipus menuntun sida-sida itu untuk semakin mengenal Yesus, Anak Domba Allah yang diutus menjadi penyelamat umat manusia.

Keselamatan diwartakan dan sebagaimana sida-sida itu percaya bahwa Kristus adalah Anak Allah, ia pun dibaptis, dan memperoleh hidup kekal yang dijanjikan Yesus.

Marilah kita wartakan keselamatan yang kita peroleh dari iman akan Yesus Kristus agar semakin banyak orang diselamatkan-Nya.

Pergi ke Ketapang naik kapal,
Semalaman diterpa angin sakal.
Syukur atas keselamatan kekal,
Dengan iman kita siapkan bekal.

Cawas, mewartakan iman yang baik
Rm. A. Joko Purwanto, Pr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here