Menjadi Tua Dan Usang

0
432 views

“Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.” (Ibr 8,13)

“SEPANDAI-PANDAINYA seorang suami menyimpan isteri muda, akhirnya akan menjadi tua juga pada waktunya”, celoteh seorang suami yang kokoh dalam pilihan monogami-nya.

Menjadi tua adalah sesuatu yang pasti akan terjadi. Hal ini tidak bisa ditolak atau diingkari. Setiap orang akan mengalaminya. Gejala-gejala ketuaan akan mulai nampak dalam diri seseorang, seiring bertambahnya usia. Rambut mulai beruban dan memutih; kulit mulai mengering dan berkeriput; pipi tidak lagi nggembil, tetapi mulai kempot; badan tidak bisa tetap tegak berdiri, tetapi mulai melengkung ke depan; pendengaran semakin hilang ketajamannya.

Banyak orang bersusah payah menyembunyikan berbagai gejala ketuaan itu dan berhasil, sekalipun hanya dalam waktu yang terbatas pada hari atau Minggu. Gejala-gejala ketuaan itu akhirnya muncul lagi seperti aslinya. Semakin tua usia seseorang sering juga semakin banyak menyimpan kepalsuan dalam dirinya: gigi palsu, alis palsu, rambut palsu. Mungkinkah kepalsuan itu justru menjadi kesejatian dari dari orang-orang yang sudah tua? Aku belum begitu yakin akan hal ini. Kalau ditanya para tamu, beberapa opa dan oma sering mengatakan belum makan; padahal mereka baru saja selesai menikmati makanan. Kepalsuan atau melemahnya daya ingat?

Masalah ketuaan sering juga dikaitkan dengan usang. Usang sering juga diartikan kuno dan sudah tidak lazim lagi, sudah lama berlalu, sudah aus dan rusak. Banyak orang tua sering berada dalam situasi seperti ini, khususnya kalau mereka berhadapan dengan remaja atau orang muda. Relasi mereka betapa jauh jaraknya; komunikasi pun sering tidak nyambung alias tulalit; bahasanya pun tidak mudah dipahami. Banyak orang tidak siap dalam menerima ketuaan, memasuki dunia usang, menikmati aroma tanah atau kemusnahan.

Tua dan usang adalah kepastian yang akan terjadi. Siapkah diriku? Teman-teman selamat siang dan selamat beristirahat. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here