Mindfulness: Menjalani Keseharian dengan Kesadaran Penuh (2)

0
222 views
Mind Excercise by Sr. Theresina CB.

ADAPUN rangkaian acara mindfulness berlangsung sebagai berikut:

Mindful breathing: breathing in, breathing out

Breathing in, breathing out. Breathing in, breathing out. I am fresh as the dew. I am solid as a mountain. I am firm as the earth, I am free.

Breathing in, breathing out. I am water reflecting What is real, what is true, And I feel there is space Deep inside of me. I am free, I am free, I am free. 

Nafas masuk, nafas keluar Nafas masuk, nafas keluar Aku mekar bagai bunga, Aku segar bagai embun Aku solid bagai gunung, Aku kokoh bagai bumi bebaslah…

Nafas masuk, nafas keluar Nafas masuk, nafas kelua Aku air memantulkan, yang nyata dan benar Aku rasa ada ruang Di dalam diriku Bebaslah…bebaslah…bebaslah

Listening to the bell

“Listen, listen, this wonderful sound brings me back to my true home”.

“Romo” Wandi mengundang (bukan memukul bel, bahasa kekerasan-red) bel sebagai tanda nafas masuk, nafas keluar.

Di sini seluruh peserta diajak untuk terus berfokus pada nafas. Dengan tanda dibunyikannya bel, setiap nafas masuk-bel setiap nafas keluar dengan seluruh kesadaran.

Ini demikian hingga benar-benar mencapai ketenangan batin melalui hembusan nafas yang diberikan Sang Pencipta secara cuma-cuma, namun seringkali tidak kita sadari.

Betapa berharganya karunia ini. 

Mindful singing, singing meditation

Ada pepatah Latin “Qui bene cantat, bis orat “ yang artinya siapa yang mampu bernyanyi dengan baik, maka itu artinya orang sudah berdoa dua kali.

Sister Ahong mengajak peserta untuk mengungkapkan kebahagiaan hidup dalam alunan lagu yang mengajak peserta semakin bahagia dalam hidup ini.

Happiness is here and now I have dropped my worries Nowhere to go, nothing to do No longer in hurry           Happiness is here and now I have dropped my worries Somewhere to go something to do But I don’t need to hurry

Sitting meditation.
Bermeditasi dengan duduk rileks.

Sitting meditation

Dalam keheningan pikiran dan hati, peserta diarahkan untuk menyatukan jasmani (kayanupassana-body), perasaan (vedananupassana-fellings), pikiran (citanupassana-mind) dan mental (dhammanupassana-mental qualities).

Caramya hanya duduk bersila sembari kedua tangan ditumpangkan di lutut atau ditengah-tengah antara paha kanan dan kiri. Dilakukan dengan serileks mungkin. Ya. Kalau bisa serileks mungkin.

Mindful exercise, excercise meditation

Dalam suasana ketenangan, seluruh peserta diajak bergerak dari auditorium lantai 2 menuju lantai 1, ke lokasi halaman kampus yang luas, serta melakukan gerakan-gerakan dengan latihan dengan tetap berfokus pada sinergisitas pergerakan tubuh dan gesekan udara, yang mengantar pada kesatuan dengan semesta.

Mindful exercise.

Sedangkan di Eco Camp diajak untuk berjalan menyusur gang kebun yang sejuk dan segar, menapak bumi dengan penuh kesadaran, merasakan dan menyatu dengan sentuhan tanah dan telapak kaki      

Mindful walking, walking meditation

Mindful walking sebagai kelanjutan dari mindful exercise, sebagai salah satu cara untuk melepaskan stres (relieve stress).

Mindful walking.

Mulai dengan berdiri diam dan menyadari tubuh bagaimana rasanya. Yakni, dengan cara-cara berikut ini:

  • memperhatikan postur tubuh.
  • merasakan berat tubuh sendiri menekan ke bawah ke tanah.
  • tumit mendorong ke dalam sepatu/bersentuhan dengan tanah;
  • menyadari semua gerakan halus yang membuat kita seimbang dan tegak.
  • membiarkan lutut sedikit menekuk.
  • merasakan pinggul sendiri sebagai pusat gravitasi.
  • mengambil nafas dalam-dalam beberapa kali dan membawa kesadaran ke saat ini. 
  • kemudian mulai bergerak, berjalan sedikit lebih lambat dari kecepatan normal.
  • mempertahankan tekukan lutut yang hampir tak terlihat.
  • dengan setiap langkah, mewaspadai irama tumit ke kaki yang lembut setiap kali telapak kaki menyentuh tanah.

Bernafas secara alami dan penuh, hingga mengisi paru-paru setiap kali inhalasi, dengan jarak pandang mata tetap fokus dengan lembut sekitar 1-2 meter di depan.

Tetap untuk mempertahankan tubuh yang lembut dan kesadaran bernafas saat berjalan secara alami dan mudah.

Apabila perhatian menjauh dari sensasi berjalan dan bernafas, maka tetap memperhatikan pikiran-pikiran, suasana hati, atau emosi tanpa penilaian dan dengan lembut membimbing kesadaran diri untuk kembali ke saat sekarang, kembali ke berjalan sekitar 5-20 menit. (Berlanjut)

Kredit foto: Sr. Theresina CB/STIKes Santo Borromeus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here