Ngabuburit Kebhinnekaan di SD Kanisius Mlese, Pendidikan Kontekstual untuk Kerukunan Lintas Iman

0
91 views
Program kegiatan bertajuk "Ngabuburit Kebhinnekaan" di SD Kanisius Mlese, Klaten. Ini praktik Pendidikan Kontekstual untuk merawat kerukunan lintas iman. (Panitia)

SD Kanisius Mlese kembali menggelar acara Kerukunan Lintas Iman. Untuk menyemarakkan Bulan Ramadhan, sekaligus sebagai wujud toleransi beragama.

Kegiatan yang bertajuk “Ngabuburit Kebhinekaan” ini diadakan empat hari menjelang Hari Raya Idul Fitri. Terjadi hari Selasa 18 April 2023 pekan lalu.

Menghargai perbedaan dan merawat kohesi sosial

Acara ini digagas untuk membangun kerukunan. Dengan mengusung nilai nilai toleransi. SD Kanisius Mlese di wilayah Kabupaten Klaten ini berupaya untuk menanamkan sikap menghargai keberagaman.

Juga ingin membentuk karakter siswa agar menjadi pelajar Pancasilais.

Seperti diungkapkan Kepala sekolah SD Kanisius Mlese, Lukas Triyanta dalam sambutannya, program kegiatan ini dilakukan sesuai konteks SD Kanisius Mlese yang komunitasnya beragam.

Maka dirasa perlu melakukan gerak langkah dengan semangat njenggirat nguripi urip; termasuk menghidupi perbedaan.

“Kami ingin mewujudkan pendidikan yang pruralis berdasar Pancasila sebagai pemersatu bangsa,” ungkapnya seraya menambahkan, SD Kanisius Mlese adalah sekolah yang terbuka untuk semua siswa pemeluk agama.

Buka puasa bersama jelang kegiatan “Ngabuburit Kebhinnekaan” di SD Kanisius Mlese. Praktik Pendidikan Kontekstual untuk kerukunan lintas iman. (Panitia)

Berbeda itu sangat indah

Acara Ngabuburit Kebhinnekaan dimulai pukul 16. 15 WIB. Dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars SDK Mlese. Peserta juga mengikuti edukasi tentang kerukunan umat beragama lewat pemutaran video berdurasi satu menit dengan judul Berbeda Itu Indah.

Saat acara ini digelar, siswa SD Kanisius Mlese ikut berpartisipasi mempersembahkan gerak lagu profil pelajar Pancasila, dilanjutkan talkshow tentang kerukunan lintas iman.

Talkshow lintas iman

Acara talkshow menghadirkan para narasumber untuk bicara. Mereka adalah:

  • Gatot Supriyanto, Ketua Pemuda Gereja Kristen Getsemani Trucuk.
  • Serly, remaja Katolik Gereja St.Theresia Paroki Jombor.
  • Garda Lanang, remaja Kristen GKG.
  • Mukti, remaja Masjid Roudhotus Sholihin.
  • Vinsen, siswa kelas IV SD Kanisius Mlese.

Keempat nara sumber terlibat dalam obrolan hangat tentang pentingnya membangun kerukunan dengan pemandu acara Tuti Ekowati.

Empat narasumber bicara tentang kohesi sosial di Mlese, Kabupaten Klaten. Jateng. (Panitia)

Ketua Pemuda Gereja Kristen Getsemani, Gatot Supriyanto, menyambut positip terwujudnya acara Ngabuburit Kebhinnekaan. “Kegiatan seperti ini baik sekali karena memupuk persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman, termasuk beragama,” ujarnya.

Guru dan murid SD Kanisius Mlese sore itu berbaur jadi satu dengan para alumni untuk menikmati indahnya kebersamaan di Bulan Suci Ramadhan. Momentum ini juga menjadi kesempatan reuni bagi para alumni SD Kanisius Mlese, sekaligus ajang bersilaturahmi.

Firna dan Pita, keduanya Muslimah, turut mendukung kegiatan lintas iman. Kedua alumni tersebut membagikan pengalamannya belajar di sekolah Katolik.

“Saya alumni SD Kanisius Mlese. Saya beragama Islam. Di sekolah ini, saya tetap bisa menjalankan ibadah sesuai kepercayaan saya sebagai seorang Muslimah,” tutur Firna sambil tersenyum.

Begitu pula Pita. Ia mengungkapkan rasa senangnya bersekolah di SD Kanisius Mlese. “Saya senang sekolah di sini, karena selalu mengutamakan kerukunan; baik yang beragama Kristen, Katolik maupun Islam,” kenangnya.

Kegiatan ini berlangsung selama dua jam. Berjalan tertib dan lancar serta penuh kegembiraan;  ditutup dengan doa lintas iman yang diwakili oleh Pita (Islam), Cika (Kristen) dan Yoga (Katolik).

Alumni SD Mlese lintas iman bicara pengalamannya saat menjadi murid didikan di SD kanisius Mlese, Klaten, Jateng. (Panitia)

Sembari menunggu adzan magrib berkumandang, maka diputar video berisi kisah toleransi beragama, sambil disuguhkan teh manis, aneka kudapan ringan dan semangkok bakso yang lezat dan nikmat disantap hangat hangat.

Saat jam berbuka puasa tiba, semua peserta menikmati semua hidangan dengan sukacita, dilanjutkan acara ramah tamah. Semua peserta larut dalam keakraban bercengkerama satu dengan yang lainnya.

Ketua Panitia Ngabuburit Kebhinekaan, Martinus Sugita, mengaku terharu melihat kebersamaan yang terwujud lewat kegiatan lintas iman.

“Semoga kegiatan ini berdampak positip bagi semua pihak. Kegiatan ini adalah bagian dari pendidikan kontekstual keberagaman dan toleransi,” ujarnya.

Ia menyampaikan harapan agar SD Kanisius Mlese semakin diminati dan di hati masyarakat, serta semakin banyak oran tua yang melirik sekolah ini untuk putera puteri mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here