Peduli

0
164 views
llustrasi

Renungan Harian
Selasa, 15 Juni 2021
Bacaan I: 2Kor. 8: 1-9
Injil: Mat. 5: 43-48
 
SEBAGAIMANA kita ketahui bersama, sektor ekonomi menjadi salah satu yang mengalami dampak terbesar dari pandemi Covid-19.

Dampak pandemi Covid-19 pada sektor ekonomi menyebabkan banyak orang berkurang pendapatannya; baik karena dikurangi oleh perusahaan maupun karena mengalami penurunan pendapatan karena usaha turun;

Banyak orang kehilangan pekerjaan. Orang-orang yang mencari pekerjaan semakin sulit dan masih banyak lagi.

Sementara itu, kebutuhan hidup justru meningkat.

Orang harus membeli masker yang tidak bisa dikatakan murah, membeli pembersih tangan, membeli kuota internet untuk keperluan sekolah; Bahkan harus membeli perangkat agar dapat mengikuti sekolah secara daring.
 
Dengan situasi yang semacam itu dapat dimengerti dan dirasakan bahwa banyak orang mengalami kesulitan dan beban berat untuk memenuhi kebutuhan hidup hariannya.

Hal itu dirasakan oleh banyak orang, termasuk umat di paroki tempat saya diutus.

Namun demikian, situasi yang amat berat dirasakan oleh umat, tidak menjadikan umat berkurang atau kehilangan kasih dan kepedulian terhadap sesamanya.
 
Kepedulian dan kasih umat kepada sesamanya kami rasakan dalam beberapa hal.

Pertama, bagaimana umat saling memberi perhatian kepada saudara-saudara selingkungan dan warga sekitar.

Umat memberi informasi ke paroki bahwa ada saudara-saudaranya yang sungguh membutuhkan bantuan dan mereka mau mengambilkan bantuan sembako dan atau bantuan lain untuk saudara-saudaranya yang membutuhkan.

Hal kedua, ketika kemampuan keuangan paroki mulai menipis untuk menyediakan bantuan bagi umat dan warga yang berkekurangan.

Bantuan dari umat untuk tersedianya bahan-bahan bantuan luar biasa. Sungguh dalam jumlah yang tidak terbayangkan mengingat situasi yang amat sulit.
 
Dari dua hal di atas artinya umat sudah memberi dengan segala kekurangannya. Dalam kekurangan dan kesulitan, umat justru menjadi terbuka pada dorongan kasih dan kepedulian.

Bahkan menurut saya pribadi adanya pandemi Covid-19 memberirahmat di balik bencana.

Rahmat yang tidak terduga tetapi memberikan rahmat kemajuan rohani dan pribadi bagi umat.

Sebagaimana sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan dalam surat St. Paulus kepada jemaat di Korintus: “Selagi dicoba dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap, dan meskipun sangat miskin, mereka kaya dalam kemurahan. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.”
 
Bagaimana dengan aku?

Bagaimana aku selalu terdorong gerakan kasih untuk peduli pada sesamaku?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here