Pelita Hati: 05.02.2020 – Melawan Keangkuhan

0
1,292 views

Bacaan Markus 6:1-6

Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. (Mrk 6:2-3)

Sahabat pelita hati,

SALAH satu kisah dalam Injil yang menarik sekaligus memprihatinkan adalah pada saat Yesus ditolak di Nazareth. Penolakan ini terasa istimewa karena Ia ditolak justru oleh orang-orang sekampung-Nya. Dengan segala angkuhnya orang Nazareth menolak Yesus karena tahu bahwa Yusuf ayahnya hanya seorang tukang kayu, orang sederhana.Ternyata orang-orang Nazareth memiliki standar dan ukuran sendiri dalam menilai seseorang,   bukan berdasar pada kualitas atau mutu pribadinya tetapi atas dasar asal-usul dan latar belakang keluarganya. Hanya karena Yesus anak seorang tukang kayu dan keluarganya tinggal sekampung dengan mereka akhirnya mereka menolak Yesus dan tak lagi menghargai-Nya. 

Sahabat terkasih,

pelita sabda hari ini membawa kita pada satu permenungan dan pertanyaan: apakah kita juga memiliki cara berpikir seperti orang-orang Nazareth, menilai orang atas dasar penampilan luaran, asal-usul atau latar belakang keluarganya? Yesus mengajak kita untuk membuang jauh-jauh pola pikir yang picik dan kerdil itu. Kita harus mengembangkan sikap hati yang jujur dalam memandang dan bersikap kepada seseorang. Bukan pertama-tama didasarkan pada penampilan luaran atau strata sosial tetapi pada mutu hidup dan kualitas pribadinya. Semoga kita dijauhkan dari sikap hati yang sombong dan angkuh, berpikiran sempit dan picik. Sebaliknya kita dapat mengembangkan hati yang bijak dalam menjalani dan menghayati hidup terutama  sikap kita terhadap sesama. Semoga kita mampu mengusahakan.

Kain batik dari Pekalongan,
hidup baik harus diutamakan.
Hindari angkuh dan  kesombongan,
hidup rendah hati harus diperjuangkan.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here