Pelita Hati: 18.05.2022 – Manete In Me (Tinggallah Di Dalam Aku)

0
901 views

Bacaan: Kisah Rasul 15:1-6, Yohanes 15:1-8

“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” (Yoh 15:1-2.8)

Sahabat pelita hati, 

HARI ini kita merenungkan pelita sabda (Yohanes 15:1-8) tentang pokok anggur yang benar. Yang dimaksud Sang Pokok Anggur adalah Yesus. Ia adalah Sang Pokok Anggur yang benar dan setiap ranting harus berpaut dan berpagut pada-Nya. Hanya jika ranting itu bersatu dengan Sang Pokok Anggur maka ranting itu akan menghasilkan buah. Dengan demikian, ranting tak boleh terpisah darinya. Karenanya Tuhan mengundang kita untuk selalu tinggal di dalam-Nya atau bersama-Nya agar kita mendapatkan aliran kehidupan dan hidup kita dapat berbuah. Pertanyaannya adalah apa arti dari tinggal di dalam Tuhan?

Sahabat terkasih,

Syarat utama agar kita menghasilkan buah adalah selalu menyatu dengan sang Pokok Anggur. Hidup kita tak boleh terpisah dan menjauh dari Sang Pokok Anggur agar tidak menjadi kering, layu dan akhirnya mati. Doa harian, ekaristi, meditasi, kontemplasi serta doa-doa pribadi yang kita lakukan menjadi sarana bagi kita untuk merekatkan hidup kita dengan Tuhan. Melalui ini kita mendapatkan aliran energi rohani yang memberi daya kekuatan. Oleh karena itu tepatlah sabda Tuhan yang mengatakan: “sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Hidup manusia sungguh bergantung pada Tuhan. Semoga pelita sabda hari ini semakin menyadarkan kita bahwa tak mungkinlah berjalan sendirian. Agar mengasilkan buah kebaikan kita harus selalu dekat Sang Sumber Kebaikan itu. Tetap semangat dan berkah Dalem.

Pohon angsat dan pohon duku,
tumbuh liar di hutan Papua.
Tinggallah di dalam Aku,
di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem**Rm.Istata

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here