Pelita Hati: 21.10.2021 – Bukan Damai Tetapi Pertentangan

0
580 views

Bacaan: Rm. 6:19-23, Lukas 12:49-53 

Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung! Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya.

Sahabat pelita hati, 

MEMBACA pelita sabda hari ini dengan serta merta menimbulkan tanda tanya. Mengapa Yesus berkata jika kedatangan-Nya tidak membawa damai justru pertentangan? Hal ini tidak bermaksud memecah belah umat. Yesus justru menghendaki agar semua orang selamat dan menjadi satu di dalam diri-Nya (bdk. Yoh 17:11-24). Hal ini sudah diramalkan dalam Luk 2:34, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan”. Mengapa? Sebab pewartaan Yesus dapat mengundang reaksi yang berbeda-beda. Ada yang menerima Yesus, tetapi ada pula yang menolak-Nya. Seorang menjadi Kristen kadang-kadang harus bertentangan dengan keluarganya dan tidak jarang dikucilkan. Itulah maksud maksud dari “pertentangan” dalam pelita sabda hari ini. 

Sahabat terkasih, 

Lalu apa yang dimaksud dengan api yang dilemparkan ke bumi dan harus tetap bernyala? Api di bumi ini lambang api Roh yang harus menyala dan mengobarkan hati manusia dan yang harus dinyalakan di salib (ay.50). Namun api juga dimaknai sebagai penerangan rohani karena kedatangan Tuhan (ay.51-52). Melalui baptis kita pun telah menerima api Roh Kudus yang diharapkan menyala di dalam hati dan menggelorakan semangat kita untuk mewartakan Tuhan di mana pun berada. Dengan api Roh yang akhirnya berkobar di salib Tuhan  mengobarkan setiap murid-murid-Nya untuk berani berkorban demi mempertahankan iman dan kebenaran sabda-Nya. 

Sahabat terkasih, 

Kini saatnya kita bertanya diri, apakah api Roh itu telah bernyala dan mengobarkan hati kita? Apakah api Roh cinta kasih itu sungguh berkobar di keluarga kita? Tugas kita adalah membawa api itu ke mana pun juga agar setiap orang dapat merasakan nyala api kasih-Nya sehingga membakar semangat untuk meneruskan kasih itu kepada siapa pun juga.

Karena sudah menjadi pilihan,
tak boleh lagi ada keluhan. 
Nyalakan api cinta-Mu ya Tuhan,
agar hidupku makin berkenan

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem**Rm.Istata

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here