Pelita Hati: 22.09.2021 – Jangan Membawa Apa-apa

0
503 views

Bacaan: Ezr. 9:5-9, Lukas 9:1-6

Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang, kata-Nya kepada mereka: “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ. Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.” Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

Sahabat pelita hati,

TUGAS utama perutusan duabelas murid mimiliki tugas utama yakni  mewartakan Kerajaan Allah. Tuhan memperlengkapi mereka dengan kemampuan untuk melakukan pengusiran setan dan penyembuhan sakit penyakit. Lalu Yesus menyampaikan sejumlah larangan yang harus dihindari oleh para murid, yaitu tak boleh membawa bekal seperti makanan dan uang, tongkat dan pakaian. Mengapa? Para murid harus fokus pada tugas perutusan dan tak boleh diganggu oleh aneka bekal dan urusan pribadi. Komitmen seorang murid harus  fokus pada tugas perutusan pokok atau utama bukan kebutuhan lain yang sering justru mengganggu. Di balik itu Tuhan ingin mengajarkan kepada kita bahwa dalam melaksanakan tugas perutusan kita harus percaya pada penyelenggaraan Tuhan melalui kebaikan banyak orang.

Sahabat terkasih, 

Bagaimana tugas perutusan ini kita maknai untuk hidup kita di zaman ini.

Pertama, Setiap dari kita, memiliki tanggungjawab untuk mewartakan kerajaan Allah. Rasul Paulus mengartikan, “Kerajaan Allah itu bukan soal makan dan minum, tetapi tentang kebenaran, damai sejahtera dalam terang Roh Kudus” (lih. Rom 14:17). Jadi setiap dari kita wajib untuk menghadirkan damai-sejahtera itu di mana pun dan kapan pun.

Kedua, kita harus fokus pada tugas utama perutusan kita. Bagi yang hidup berkeluarga harus fokus pada tanggungjawab menghadirkan damai-sejahtera di keluarga. Faktanya, banyak yang demi mengejar karir atau jenjang pekerjaan sering melupakan kehadiran dan kebersamaan dalam keluarga, terutama melalaikan tugas sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anak mereka. Bagi yang menghayati hidup bakti/ panggilan khusus (biarawan-biarawati) juga harus fokus menjalin intimitas dengan Tuhan. Jangan sampai karena terlena dalam kesibukan hingga melupakan yang yang penting, yakni hidup dalam Tuhan. Marilah kita awali hari dengan mendekatkan diri kepada Tuhan agar kita selalu diberi kekuatan menjalani tugas perutusan. Tetap semangat.

Tetap cantik walau sudah menjadi nyonya,
raut wajahnya berlimpah berkat.
Para murid mewartakan Injil-Nya,
menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem**Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here