Percikan Api Sepanjang Tahun: Antara Sumba dan Taipei (2)

0
1,775 views

GuanDu_temple-Taipei-Taiwan-P1010106KALI lain, saya  merayakan malam pergantian tahun baru di belahan dunia lain. Meriah dan gegap gempita. Saat itu saya mengunjungi Taiwan. Saya memang sudah berniat mau menghabiskan malam tahun baru saya di sini. Saya tiba di Bandara Taoyuan malam hari, sehari sebelum perayaan tahun baru. So, saya masih punya waktu untuk beristirahat dan sedikit menjelajah kota Taipei yang cantik.

Seharian itu saya mengunjungi Lotus Lake dan Tiger Dragon Temple yang terkenal, naik Maokong Gondola dan melihat Longshan Temple, kuil tertua di Taipei. Malamnya saya berencana hendak mengunjungi Menara Taipei 101 untuk melihat pesta kembang api terbesar.

Berdingin ria di Taipei

Menurut info, menara ini merupakan tertinggi di dunia sebelum Menara Dubai dibangun. Menara Taipei 101 dibangun tahun 2004 dan merupakan bangunan pencakar langit setinggi 608 meter, terletak di Distrik Xinyi.

Nah, pukul 20.00 malam waktu setempat saya sudah tiba di lokasi menara Taipei. Saya langsung mencari sebuah restoran di dalamnya dan memesan beef noodle dan semangkok kecil acar. Karena ini musim dingin, rasanya pas sekali menu saya kali ini, panas dan pedas. Selesai  makan saya beranjak mengitari daerah sekitar menara.

Wow! Sudah mulai penuh dengan warga setempat dan turis-turis. Rupanya semua orang berjejalan menantikan pertunjukan kembang api yang biasa di gelar di menara paling modern ini. Asyik berjalan-jalan, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 23.00. Beberapa saat lagi detik pergantian tahun akan segera dimulai di sini.

taipei-101Saya yang mulai kelelahan (maklum sudah mulai tua hehehe..) duduk di sebuah sudut taman dekat sebuah restoran siap saji. Dinginnya! Tetapi demi merasakan malam tahun baru di negara ini, saya bertahan dari terpaan hawa dingin. Jaket, syal, sarung tangan, sepatu bot dan penutup telinga membalut tubuh saya dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Menara Taipei yang menjulang tinggi sudah dihiasi dengan aneka lampu. Ada pertunjukan musik juga untuk menghibur pengunjung yang memadati lokasi dekat menara. Sepuluh artis menghibur warga Taipei dari atas panggung dan mendekati tengah malam  para penyanyi  itu akan menghitung mundur detik-detik pergantian tahun.

Inilah saat yang ditunggu-tunggu itu!. Saat jarum jam menunjuk pukul dua belas malam tepat, tiba-tiba menara bagai disiram taburan cahaya di langit. Percikan bunga api warna-warni melesat di langit Taipei. Indah sekali. Beberapa kali ratusan pengunjung bertepuk tangan manakala kembang api membentuk formasi angka tahun baru di langit. Bangunan menara sendiri nyaris tak nampak karena sarat dengan taburan kerlap-kerlip kembang api berwaran-warni yang berubah-ubah setiap beberapa detik. Acara spektakuler ini berlangsung selama empat menit namun sungguh menakjubkan.

Saya pun larut dalam kekaguman tiada henti. Hebat, ya, makhluk yang bernama manusia itu! Bisa menciptakan teknologi seperti ini. Luarbiasa. Saya hanya mampu berucap hebat..hebat..hebat berulang-ulang dalam hati. Saking kagumnya saya malah lupa bersyukur, lupa berdoa dan lupa tujuan saya kesini mau melepas tahun sarat makna untuk saya. Namun demikian saya tetap puas dan merasa sangat terkesan dengan pengalaman ini.

Memang saya kurang konsentrasi untuk berdoa tetapi makin kesini saya makin mengerti bahwa yang terpenting bukan model acara tahun barunya tetapi langkah-langkah apa yang akan di lakukan di tahun yang baru sebagai upaya peningkatan hidup. Acara malam tahun baru bisa jadi heboh, gemerlap, mewah, tetapi bisa juga sederhana, khidmat dan jauh dari hingar bingar kota.

Bukan bungkusnya, tetapi komitmen yang hendak kita jalankan di tahun mendatang, itulah yang paling penting. (Selesai)

Photo credit: Menara Taipei (Ist)

Artikel terkait:Percikan Api Sepanjang Tahun: Antara Sumba dan Taipei (1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here