Perjumpaan Dua Wanita Istimewa

0
318 views
Perjumpaan Bunda Maria dan Ibu Elizabeth

Bacaan 1: Zef 3:14-18a

Injil: Luk 1:39-56

Hari ini Gereja Katolik merayakan Pesta Santa Perawan Maria mengunjungi Elisabet. Dua wanita yang sungguh istimewa dalam iman Kristus. Dua wanita yang dipilih Allah menjadi saluran berkat-Nya dan dikuduskan-Nya.

Anak yang mereka kandung akan mendapatkan “Pengutusan Istimewa” di kemudian hari. Yohanes diutus mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus diutus untuk menebus dosa manusia.

Maria dan Elisabet, dua wanita yang bersedia bekerja sama dengan Allah dalam seluruh hidup mereka. Menyalurkan Berkat Keselamatan yang dari Allah. Salam pujian di awal perjumpaan mereka sering dikenal sebagai “Magnificat”. Gereja Katolik memelihara tradisi suci berdoa Magnificat – “Hatiku mengagungkan Allah” untuk memuliakan Allah.

“Jiwaku memuliakan Tuhan,

dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,…”

Katolik tidak menyembah Maria seperti yang dituduhkan orang-orang yang tidak memahaminya. Maria bukanlah Allah yang harus disembah, dia hanyalah manusia biasa yang teristimewa.

Katolik menempatkan Maria sebagai “Bunda Teristimewa”. Bunda yang tidak terkena noda dosa asal, dan karenanya juga tidak berdosa sepanjang hidupnya. Rahimnya adalah “Tabut Perjanjian yang Baru” karena Allah ada disitu.

Darinya, lahir Tuhan Yesus Sang Allah Putera. Itulah mengapa Bunda Maria disebut “Bunda Allah”, dogma yang dirumuskan dalam Konsili Efesus (431) dan di Konsili Kalsedon (451).

Sebutan Putri Sion bagi Puteri Yerusalem adalah merupakan kasih sayang dari Allah yang sering kita jumpai dalam Perjanjian Lama.   

Dalam nubuatnya, Zefanya menyampaikan penghiburan dari Allah.

Yerusalem hancur oleh penyerbuan Nebukadnezar yang diakibatkan kejahatan yang dilakukan umat-Nya, namun akan diubah menjadi kota penuh sukacita. Tuhan akan berbalik mengasihani mereka dan berjanji kembali ada di tengah-tengah mereka, tinggal disana lagi.

Bersorak-soraklah…

TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni *TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi.

Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.

Demikian nubuat yang disampaikan Zefanya kepada bangsanya Israel.

Pesan hari ini

Bersama Bunda Maria dan Elisabet, kita diajak mensyukuri karya penyelamatan Allah bagi semua orang.

Tuhan telah menyingkirkan hukuman-Nya atas manusia, maka bersorak-soraklah.

“Di mana ada cinta, di situ ada sukacita.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here