Renungan Harian 4 Juni 2020: Sunyi

0
317 views
Menatap kesunyian by ist
  • Bacaan I: 2Tim. 2: 8-15
  • Injil: Mrk. 12: 28b-34

ADA ungkapan dalam bahasa Jawa “dadi uwong kuwi aja gumunan lan aja kagetan”. Ungkapan tersebut secara bebas berarti, manusia sebaiknya tidak mudah kagum atau terpukau dan juga tidak mudah terkejut. 

Dalam beberapa kesempatan, saya mendengar ungkapan itu dipakai untuk bercandaan. Namun sebenarnya ungkapan itu memiliki makna yang amat dalam.

Ungkapan tersebut adalah ajakan agar orang berani masuk ke kedalam batin dan berani untuk mengolah rasa. Dengan kemampuan yang terasah  di kedalaman batin dan olah rasa, maka seseorang akan mampu menguasai diri. Dengan penguasaan diri yang mendalam, maka seseorang tidak akan mudah terpengaruh dengan hal-hal yang lahiriah, hal-hal yang nampak, yang perifer.

Hal-hal yang lahiriah, yang nampak, mudah menipu dan menyesatkan. Orang bisa memanipulasi apa yang tampak, demi sebuah kepuasan diri atau usaha membangun citra diri.

Apa yang dibangun secara manipulatif, seringkali  sesuatu yang luar biasa, sehingga membuat orang tercengang dan terkejut karena kekagumannya.

 Orang yang mampu sampai pada penguasaan diri yang mendalam, selalu memancarkan kedalaman batinnya; sehingga yang nampak merupakan buah-buah pengolahan yang mendalam.

Dalam diri orang-orang ini amat jelas dalam hidupnya mana tujuan, mana sarana; mana yang utama, mana yang kemudian. Dan dalam hidupnya dengan jelas dan tepat, memilih sarana-sarana terbaik untuk mencapai tujuan.

 Kiranya ahli taurat yang dipuji Yesus sebagai orang yang bijaksana, karena kemampuannya melihat hal yang utama dalam perintah Allah, dan tidak terjebak dengan ritus-ritus atau tindakan-tindakan yang nampak. 

Bagaimana dengan diriku?

Betapa sering aku masih lebih mementingkan apa yang kelihatan, sehingga kerapkali memanipulasi tindakan. Betapa sering aku menyibukkan diri dengan ritus-ritus dan lupa tujuan dari ritus-ritus itu.

 Semua itu masih terjadi, kiranya karena aku masing kurang berani masuk ke kedalaman batin, yang berarti aku takut masuk dalam kesunyian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here