Sikap Rendah Hati Sang Perwira

0
104 views
Ilustrasi (Ist)

MASA adven adalah saat tepat untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus. Selain untuk mempersiapkan diri menyambut Natal (kedatangan Tuhan), Adven mengajar orang untuk menyambut Yesus setiap saat.

Bagaimana kita melakukan hal itu? Sang perwira dalam injil hari ini (Matius 8:5-11) bisa menjadi inspirasi. Dia memberikan sikap yang konkret dalam menyambut Yesus lewat kerendahan hati.

Pertama, sebagai seorang perwira (pemimpin) dia menaruh perhatian kepada hambanya yang sakit lumpuh (Matius 8:6). Dia mengusahakan kesembuhan bagi orang kecil yang melayaninya. Bukankah tidak semua pemimpin memiliki perhatian seperti itu kepada bawahannya?

Kedua, mengatakan kepada Tuhan Yesus bahwa dirinya tidak pantas menerima-Nya di dalam rumahnya (Matius 8:8). Di dalam diri Yesus, perwira itu melihat Tuhan yang kudus, sementara dia adalah orang yang berdosa. Bukankah mengakui kelemahan, kesalahan, dan ketidakpantasan diri di hadapan Tuhan adalah tanda kerendahan hati yang mendasari iman (Matius 8:10)?

Betapa pentingnya menyambut kedatangan Tuhan dengan kerendahan hati. Tuhan sangat menyukai orang yang rendah hati (1 Petrus 5:5). Mengapa? Karena sikap rendah hati berarti menempatkan diri pada posisi membutuhkan Tuhan dan menerima rahmat dari-Nya.

Salah satu rahmat yang kita perlukan dalam menyambut kedatangan Tuhan adalah rahmat pengampunan atas dosa-dosa. Hanya orang yang rendah hati akan mengakui dosanya dan datang kepada Tuhan memohon ampun. Ini tantangan tersendiri.

Tidak mudah mengakui dosa, menyesali, dan bertobat secara sungguh-sungguh. Banyak yang menolak mengaku dosa dengan alasan, “Cukuplah mengaku dosa secara langsung kepada Tuhan. Toh Dia tahu dan pasti mengampuni dosa yang kita akui di hadapan-Nya.”

Namun, pertobatan semacam itu jarang dilakukan dengan tulus dan penuh penyesalan? Mengapa? Karena konsekuensinya tidak tampak jelas. Karena dosa seorang Kristiani melukai diri sendiri dan komunitas (Gereja), hal itu perlu diakui di depan Gereja (jemaat).

Itu sulit dilakukan orang yang kurang rendah hati. Mereka perlu belajar sikap rendah hati dari sang perwira.

Senin, 4 Desember 2023
Alherwanta O.Carm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here