Tersesat di Venesia

0
35 views
Ilustrasi: Tersesat.

Puncta 26 April 2024
Jumat Paskah IV
Yohanes 14: 1-6

MASIH di kota cantik Venesia. Pernah terjadi beberapa pelari maraton salah ambil rute sehingga mereka tertinggal di urutan belakang. Mereka adalah Abdulahl Dawud, Gilbert Kipleting Chumba, Kipkemei Mutai dan David Kiprono Metto yang harus kalah dalam lomba maraton 15 kilometer yang berlangsung di Venesia, Italia, tahun 2017.

Mereka salah jalan karena motor pemandu berbelok ke rute yang salah. Akibatnya, mereka kehilangan waktu sekitar dua menit untuk kembali ke jalur yang benar. Eyob Faniel, pelari lokal berhasil juara setelah 22 tahun piala disabet oleh pelari-pelari Benua Afrika.

Lain lagi yang dialami oleh Abel Mutai, pelari dari Kenya pada Maraton Navarre Spanyol 2012. Ia bingung membaca tanda arah rute. Ia berhenti tidak tahu arah.

Ivan Fernandes yang ada di belakangnya berteriak agar Mutai terus berlari. Tetapi pelari Kenya itu tidak paham Bahasa Spanyol. Akhirnya Ivan Fernandes mendorong Mutai dari belakang sampai di garis finish.

Para penonton dan wartawan bersorak sorai bukan untuk Mutai, tetapi untuk sportivitas dan keluhuran budi Ivan Fernandes. Ia tidak mau juara karena memanfaatkan kekeliruan pesaingnya.

Para wartawan mengerubungi Ivan dan bertanya, “Mengapa anda melakukan hal itu? Bukankah anda bisa membiarkan dan menyalibnya sehingga anda juara?”

Kata Ivan, “Impian saya adalah suatu hari nanti, kita dapat hidup bersama dan memiliki moral yang baik di dalam masyarakat.”

Ivan Fernandes menjabarkan apa yang dikatakan Yesus kepada kita. Yesus berkata, “Akulan jalan, kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Yesus adalah jalan. Ia mengarahkan kita ke rumah Bapa, garis finish peziarahan kita. Bagaimana caranya melewati jalan itu? Dengan melakukan hal-hal kebenaran yang dibuat Yesus.

Salah satu nilai itu adalah moral kehidupan. Ivan Fernandes telah mempraktikkan dalam menempuh jalan itu.

Hidup ini bukan soal kalah menang. Tetapi sampai di garis kehidupan dengan benar. Kalau kita menjalani nilai-nilai dengan baik, kita akan sampai pada hidup itu sendiri.

Kebahagiaan Ivan Fernandes bukan karena juara, tetapi karena ia telah melewati jalan yang benar. Jalan hidup yang menjunjung nilai-nilai moral, kejujuran, kerendahan hati, sportivitas, menghargai sesama dan mengutamakan yang kecil, lemah, miskin dan tersingkir, sebagaimana yang dijalani oleh Yesus.

Jalan seperti itulah yang akan menghantar kita kepada kemenangan sejati.

Semoga kita mampu menemukan Jalan hidup dengan nilai moral yang benar sehingga kita sampai kepada kebahagiaan sejati.

Lari marathon sambil bergandengan,
Sampai di tujuan beriring-iringan.
Yesus adalah Jalan Kebenaran,
Bersama Dia kita sampai tujuan.

Cawas, menang tanpa ngasorake
Rm. A. Joko Purwanto, Pr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here