70 Hari Kursus Medior 2016 di Rumah Khalwat Roncalli, Salatiga (1)

0
738 views
Para religius lintas tarekat (imam. bruder, suster, diosesan) peserta Kursus Medior di Rumah Khalwat Roncalli Salatiga, Jateng.

SAYA sangat berterima kasih atas kemurahan hati komunitas “Flos Carmeli” melalui Sr. M. Rosa, O. Carm. Dalam kapasitasnya sebagai Priorin saat itu, saya telah diberi kesempatan untuk ‘sejenak’ berada dan hidup di luar klausura dengan mengikuti Kursus Medior selama 70 hari di Rumah Khalwat Roncalli, Salatiga, dari tanggal 2 Oktober sampai 11 Desember 2016.

Saya diperkenankan untuk meninggalkan tugas-tugas saya di biara dan para suster pun bersedia menggantikan beberapa tugas yang saya tinggalkan. Saya berusaha mempersiapkan sebaik mungkin apa saja yang perlu saya bawa, secara khusus memersiapkan jiwa dan raga saya. Saya berangkat dengan tubuh yang sehat, maka harapan saya kelak pulang dari kursus, tubuh saya tetap sehat. Ternyata Tuhan mengabulkan doa dan harapan, selama mengikuti kursus, saya tidak pernah jatuh sakit, sehingga saya dapat selalu hadir dan mengikuti semua acara kursus dengan baik.

Tinggalkan Biara “Flos Carmeli” Batu

Saya meninggalkan Biara Karmel “Flos Carmeli” Batu pada hari Sabtu, 1 Oktober 2016, bertepatan dengan Pesta St. Theresia dari Lisieux, dan pada pkl. 21.00 saya dijemput travel untuk menuju ke Salatiga. Beberapa teman suster menghantar saya di depan pintu klausura.

Pada hari Minggu, tanggal 2 Oktober pkl. 06.00 pagi saya akhirnya tiba di Rumah Khalwat Roncalli, bertepatan dengan peringatan Malaikat Pelindung. Saya sangat percaya bahwa malaikat pelindung selalu menjaga dan melindungi saya di mana pun saya berada.

Saya disambut oleh pemimpin Rumah Khalwat Roncalli, Br. Anton Karyadi, FIC. Ketika kaki saya melangkah memasuki ‘rumah antik’ Roncalli ini, pandangan mata saya langsung tertuju kepada lantai dan dinding rumah ini, yang menampakkan kekunoan dan keindahannya. Saya diantar ke kamar No. 207 di lantai dua, di mana di pintu kamar terpampang nama saya. Kamar ini berukuran 3,6 m x 3,6 m dengan lantai tegel kuno seperti di Biara “Flos Carmeli”.

Kamar ini sedikit lebih luas daripada kamar saya di biara.

Menikmati ‘rumah’ baru

Saya berkata kepada diri saya sendiri, selama 70 hari, tempat tinggal dan rumah saya adalah di Roncalli, maka saya harus dapat menikmati tempat yang baru ini. Supaya saya tidak begitu merasa asing, maka beberapa benda yang menghiasi kamar, saya bawa dan saya letakkan di meja kamar di Roncalli, seperti patung Maria Bunda Karmel, gambar/foto Tuhan Yesus, gambar St. Theresia dari Lisiuex, foto kedua orangtua saya, rosario, dan salib kecil yang biasanya saya letakkan di tempat tidur.

Saya juga membawa lilin yang biasanya saya pasang kalau saya meditasi di kamar atau berdoa rosario. Saya langsung menyukai kamar yang saya tempati yang posisinya berdampingan dengan kapel, sehingga setiap saya  membuka dan menutup di jendela, pandangan saya tertuju ke jendela kapel.

Tinggal bersama orang lain

Pertemuan dibuka dengan Ekaristi pada pkl. 18.00.  Setelah itu, acara dilanjutkan dengan makan malam bersama. Memasuki kamar makan yang indah, membuat mata saya tertuju ke sebuah ruangan yang berhadapan dengan ruang makan, dihias dengan ornamen khas China dengan beberapa cermin memanjang dengan tulisan China dan gambar-gambar khas China, lantai dan dindingnya dihiasi dengan keramik kuno yang indah, juga di dindingnya ada marmer kuno warna abu-abu. Ini menjadi ruang rekreasi yang diberi kursi antik dari besi berwarna krem dan berbunga yang begitu cantiknya dan seperangkat sofa untuk membaca surat kabar.

Rumah Roncalli ini sudah menjadi cagar budaya, maka keasliannya masih dipertahankan dan sungguh-sungguh dirawat.

Acara perkenalan dimulai pkl. 20.00 di ruang rekreasi yang bangunannya di belakang ruang makan. Lantai di ruang rekreasi pun tidak kalah menariknya dengan motif yang unik dan cantik. Di ruang rekreasi ini ada ruang agak kecil untuk melihat TV dan tempat menyimpan berbagai alat musik, seperti gitar, kendang, organ, dll. Berjajar kursi kayu dengan alas spon berbungkus kain merah menyala juga bagian sandarannya, warna khas China. Di sini kami saling memerkenalkan diri.

Acara perkenalan dibuka oleh Br. Anton Karyadi, FIC selaku pimpinan Roncalli.

47 religius lintas tarekat

Jumlah peserta Kursus Medior 47 religius, yang terdiri dari 4 Imam: OCD, SMM, OFMCap, Pr. Lalu ada 3 Bruder: OFMCap dan 2 MSC. Tak terkecuali juga terhitung ada  40 suster biarawati lintas tarekat: FCh, SMFA, KSFL, KFS, MASF, SFS, SFIC, OSA, CP, DSY, FSIC, SPM, FCJM, OSF, JMJ, O. Carm.

Seluruhnya ada 21 kongregasi dari berbagai tempat, seperti Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Flores, Bali, Papua Neugini, Timor Leste, Malaysia, Jakarta, Sukabumi, Surabaya, Malang, dan Batu.

Mulai hari itu saya tinggal bersama 46 peserta lain sebagai satu Komunitas di Roncalli. Kami dibagi menjadi tujuh  kelompok komunitas kecil. Satu hari telah berlalu, terima kasih Tuhan, Engkau telah membawa saya ke tempat penyegaran rohani ini. Semoga saya dapat menyesuaikan diri dengan ‘hidup baru’ bersama mereka yang semuanya baru saya kenal.

Penyesuaian diri: bangun pagi

Di Biara “Flos Carmeli” Batu, kami biasanya bangun pkl. 03.30 WIB. Saya berkomitmen akan bangun tiap hari pkl. 04.00 dan menjalankan semua doa ibadat: Ibadat Bacaan, Ibadat Pagi, Ibadat Siang, Ibadat Sore, dan Ibadat Penutup (completorium). Seperti biasa di hari-hari pertama, saya mengalami kesulitan untuk tidur di tempat yang baru.

Udara yang lumayan panas -menurut saya- salah satu penyebabnya. Saya berusaha untuk menerima dan berdamai dengan udara panas di kota Salatiga ini. Sebentar lagi akan musim hujan, tentu akan terasa lebih sejuk.

Acara setiap hari lumayan padat. Pertemuan pertama dimulai pkl. 08.15 – 10.00 dengan istirahat sekitar 5 menit. Setelah itu kami minum bersama sampai pkl. 10.30. Lalu dilanjutkan dengan pertemuan kedua sampai pkl. 12.30. Dalam pertemuan kedua ini biasanya ada acara diskusi kelompok selama satu jam, atau juga bisa diisi dengan acara emaus, berdua atau bertiga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here