Berani Memberi, Meski Ada Risiko

0
187 views
Ilustrasi: Memberi pelayanan Sakramen Pengurapan-Orang Sakit oleh Pastor Frans MSC.

MEMBERI pertolongan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan perlu suatu keberanian. Keberanian dalam hal apa?

Dalam hal kekuatiran akan kehilangan apa yang diberikan itu.

Suatu pagi, seorang lelaki bertanya kepada sahabatnya, ”Kamu sudah dengar ada gempa di Lombok?”

Sahabatnya itu menjawab, ”Oh iya kasihan ya. Banyak yang kehilangan tempat tinggal.”

Lelaki itu berkata, ”Ayo, kita sama-sama mencari dana, kumpulkan baju yang masih layak pakai. Kita kumpulkan bahan-bahan makanan untuk membantu mereka.”

Tetapi sahabatnya itu menjawab, ”Aduh, saya lagi sibuk dengan banyak usaha. Lagian kenapa sih buat-buat sibuk sendiri kayak tidak ada kerjaan saja?”

Sepekan telah berlalu. Ketika sahabat lelaki itu datang ke rumahnya, ia menyaksiakan ada sekitar 10 orang anak muda sedang menyortir baju. Mereka memasukan ke dalam dus untuk dikirim.

Sahabat lelaki itu bekata, “Wah kamu hebat. Kirain kamu bercanda mau melakukan ini semua!”

Salah seorang anak muda berkata, “Pak, yang dibutuhkan adalah keberanian, walaupun hanya untuk sortir baju!”

Tindakan nyata

Banyak orang terlalu lama berpikir untuk membantu sesamanya yang sedang mengalami penderitaan. Yang dipikirkan adalah untung rugi yang mesti mereka alami. Padahal saat bencana, banyak korban sangat membutuhkan pertolongan dari sesamanya.

Kisah di atas memberi tantangan kepada kita untuk bertindak sesegera mungkin, ketika ada orang-orang di sekitar kita membutuhkan pertolongan. Yang mereka butuhkan bukan ungkapan atau kata-kata belas kasihan.

Yang mereka butuhkan adalah bantuan berupa tindakan nyata. Mereka tidak perlu nasihat atau kotbah yang panjang-panjang. Yang mereka butuhkan adalah sentuhan kasih yang bernilai bagi hidup mereka.

Orang beriman mesti meninggalkan segala hal berhubungan dengan gengsi dan egoisme yang berkepanjangan.

Dua hal ini sering menjadi penghambat bagi kita untuk melakukan tindakan segera membantu sesama yang sungguh-sungguh membutuhkan bantuan dari kita.

Yang dibutuhkan dari kita adalah keberanian untuk kehilangan diri dan kepentingan diri sendiri. Yang dibutuhkan adalah orang berani berhadapan dengan resiko, bukan berhitung untung atau rugi.

Tuhan telah memberi kita kemampuan untuk melakukan sesuatu yang berguna dan baik bagi orang lain. Karena itu, lakukan saja. Tuhan akan memberi kita berkat dan rahmatNya yang berlimpah-limpah.

Semakin kita memberi dari hidup kita, kita tidak akan kehilangan. Justru kita akan mendapatkan limpahan rahmat dari Tuhan yang mahapengasih dan penyanyang.

Mari kita berani memberi hidup kita bagi orang lain. Dengan demikian, hidup ini menjadi semakin berguna bagi diri dan orang lain.

Tuhan memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here