Berbagi Hidup Itu Indah

0
94 views
Semangat berbagi. (Ist)

BERBAGI hidup dengan orang lain merupakan suatu keutamaan yang mesti selalu diperjuangkan oleh orang beriman.

Mengapa? Karena manusia tidak hanya hidup bagi dirinya sendiri. Manusia juga hidup bagi orang-orang yang ada di sekitarnya.

Begitu keluar dari sebuah toko di Orchard Road, Singapura, seorang bapak membeli es potong. Penjualnya yang memakai sepeda motor tua melayani bapak itu dengan ramah, cepat dan efisien.

Di belakang bapak itu ada seorang anak merengek-rengek untuk dibelikan es potong juga.

Meski agak enggan, mamanya mengabulkan permintaan anaknya itu. Saat bapak itu hendak pergi meninggalkan tempat itu, ia sempat melirik anak itu menikmati es potongnya.

Tanpa tahu penyebabnya, es potongnya jatuh. Anak itu menangis dan minta lagi. Tetapi mamanya menarik tangannya dan beranjak pergi. Tiba-tiba bapak itu melihat penjual es potong itu menyodorkan sebuah es lagi kepada anak itu.

Penjual es potong itu berkata, “Tidak usah bayar.”

Pemandangan di siang hari yang panas itu tiba-tiba saja menyejukkan hati bapak itu. Kota Singa dengan penduduknya yang efektif dan efisien dalam menjalankan pekerjaannya siang itu menunjukkan wajah belas kasihnya. Bapak itu belajar sekali lagi bahwa justru orang-orang kecil sering memiliki hati yang mau memberi dan berbagi.

Pentingnya Kemurahan Hati

Manusia selalu hidup bersama yang lain. Dalam kebersamaan itu, selalu ada sikap berbagi dan menolong. Ketika orang tidak peduli terhadap orang lain, orang itu hanya mementingkan keinginan dirinya. Orang itu terlalu egois. Hal ini menjadi preseden buruk bagi kehidupan bersama.

Kisah di atas memberi kita kesempatan untuk selalu berpikir ulang tentang kehadiran orang lain di sekeliling kita. Apakah orang lain cuma menjadi pelengkap dalam hidup kita atau sungguh-sungguh memiliki peranan yang sangat besar? Kemurahan hati terhadap orang lain ternyata memberikan kelegaan bagi sesama.

Kemurahan hati kepada orang lain ditunjukkan dengan pemberian yang tulus bagi orang lain. Pemberian itu tidak bergantung pada seberapa banyak harta yang kita miliki. Tetapi kerelaan hati untuk memberi apa yang kita punyai kepada mereka yang sangat membutuhkan.

Karena itu, ada orang kaya yang kikir. Ada orang kaya yang tidak mau melepaskan hartanya bagi sesamanya. Ada orang miskin yang pelit. Namun ada juga orang kaya dan miskin yang sama-sama dermawan.

Persoalannya terletak pada hati. Apakah hati kita dipenuhi rasa cukup, sehingga kita bisa berbagi atau justru merasa kurang. Dengan demikian, kita terus-menerus mencari dan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya.

Orang beriman mesti memiliki hati yang murah bagi sesamanya. Hati seperti ini senantiasa menerima berkat dari Tuhan.

Mari kita berjuang untuk memiliki hati yang murah bagi orang lain. Tuhan memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here