Bertobat, Tinggalkan Kemunafikan

0
718 views

YESUS  mengecam ahli Taurat dan orang Farisi, karena mereka menampilkan kesalehan semu di muka publik; namun dalam keseharian hidup mereka, mereka mengabaikan keadilan, belas kasih dan kesetiaan.

Melalui perikop pada hari ini, kita diundang untuk merefleksikan perjalanan hidup kita. Apakah semua karya dan pelayanan yang selama ini kita lakukan untuk kemuliaan namaNya, ataukah didasari oleh keinginan untuk pamer dan pencitraan diri saja? Coba direnungkan.

Bila selama ini kita memiliki agenda tersembunyi yang kurang terpuji dengan memanfaatkan berbagai kebaikan kita sebagai sarana untuk meraih ambisi dan kepentingan pribadi, maka sudah waktunya kita membenahi hidup kita dan bertobat.

Mari meneladani St. Agustinus, yang dulunya pernah hidup di jalan yang sesat, kemudian bertobat dan menjadi seorang uskup dan pujangga gereja. Semoga dengan mengandalkan Tuhan, kita dimampukan untuk hidup dalam pertobatan dan berkomitmen untuk menyelaraskan langkah hidup kita dengan kehendakNya.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here