Cepat Bertindak demi Keselamatan

0
88 views
Helikopter AS tabrakan dan jauth di gurun pasir sehingga upaya operasi militer menyelamatkan sandera staf Kedubes AS di Teheran gagal. (Ist)

SEBUAH ungkapan bijaksana mengatakan bahwa sukses datang kepada orang yang berani mengambil tindakan. Dan, ia jarang datang kepada orang yang mengkuatirkan konsekuensinya.

Pada tahun 1995 lalu, ada dua orang nelayan pergi mencari ikan. Mereka mencari ikan di perairan dingin lepas pantai Pulau Vancouver, British Columbia, Kanada. Di tengah laut tiba-tiba perahu mulai tenggelam. Melihat perahu tidak dapat diselamatkan, dengan gerak cepat keduanya naik ke rakit penyelamat yang diikatkan di perahu itu.

Tetapi tali itu terikat sangat kuat. Mereka terus mencoba melepaskan ikatannya, sementara perahu semakin dalam tenggelam.

Secara otomatis, rakit tertarik masuk ke dalam laut. Mereka tidak memiliki pisau atau alat bantu yang bisa dipakai untuk memutuskan tali tersebut.

Keduanya mulai putus asa. Di tengah situasi yang menegangkan itu, mereka bergantian menggigit talinya. Akhirnya mereka berhasil memutuskan tali tersebut. Setelah terkantung-kantung di atas rakit selama beberapa jam, mereka selamat karena ditolong perahu nelayan lainnya.

Perjuangkan kehidupan

Hidup ini tidak selalu mudah. Ketika orang merasa bahwa hidup ini biasa-biasa saja, orang salah berpikir. Hidup ini sebenarnya merupakan sesuatu yang istimewa. Hidup yang istimewa ini tidak boleh disia-siakan begitu saja. Orang mesti memperjuangkannya. Apalagi ketika hidup ini terancam.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk terus-menerus memperjuangkan kehidupan ini. Dua nelayan itu bekerja keras untuk menyelamatkan diri dari bahaya tenggelam.

Berbagai cara mereka upayakan. Bahkan mereka berani mengorbankan gigi mereka demi keselamatan diri mereka.

Tentu saja yang dibutuhkan dalam situasi yang terdesak adalah cepat bertindak. Orang tidak perlu berpikir terlalu lama untuk menyelamatkan diri dan orang lain dari situasi yang membahayakan. Orang juga mesti berani berkorban demi kehidupan diri dan banyak orang lain.

Orang beriman tentu berkarya bersama Tuhan yang diimaninya. Karena itu, orang mesti berserah diri kepada Tuhan yang mahapengasih dan penyayang.

Mari kita berserah diri kepada Tuhan dalam upaya menyelamatkan diri dan banyak orang. Tuhan memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here