Drama Kelahiran Yesus: Hadiah Misa Natal Anak-anak di Gereja MRPD Pontianak

0
147 views
Segenap pendukung drama kisah kelahiran Bayi Yesus oleh anak-anak Umat Paroki MRPD Pontianak (Sr. Olympia Wea KFS)

HARI Kamis, 26 Desember 2019 menjadi hari yang menggembirakan bagi anak dan remaja –segenap Umat Paroki Maria Ratu Pencinta Damai (MRPD) Pontianak. Itu k arena pada hari itu berlangsung Misa Natal, khusus  untuk anak-anak.

Misa Natal untuk anak-anak dipersembahkan oleh Romo Ellenterius SVD. Menariknya,  semua petugas liturgi maupun koor juga dipercayakan kepada Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner Paroki Maria Ratu Pencinta Damai.

Bertepatan dengan Pesta St. Stefanus, dalam homilinya, Romo Ellenterius mengatakan antara lain demikian.

Tarian pembuka Perayaan Ekaristi Natal untuk Anak-anak dan drama kisah kelahiran Yesus di Gereja MRPD Pontianak. (Sr. Olympia Wea KFS)

Yesus telah hadir di tengah kita, memberikan Diri untuk menjadi sahabat kita.  Stefanus, sebagai pengikut Kristus tidak memberi barang, tetapi menyerahkan diri. Itu karena Tuhan sudah memberikan Diri, rela mati untuk keselamatan umat manusia.

Dalam bentuk wawancara dengan anak-anak, Romo Ellenterius bertanya kepada anak-anak sebagai berikut.

“Jika Tuhan sudah memberikan Diri, orangtua juga sudah memberikan diri lewat perhatian dan cinta untuk anak-anak, maka St. Stefanus yang pestanya kita kenangkan hari ini juga telah memberikan diri untuk mempertahankan Imannya akan Yesus.  Lalu, apa yang akan  diberikan anak-anak untuk orangtua, para guru, dan teman-teman?,” begitu kata sang pastor dalam homilinya.

Drama kisah kelahiran Yesus oleh anak-anak Paroki MRPD Pontianak (Sr. Olympia Wea KFS)

Respons anak-anak

Berbagai jawaban diberikan anak-anak.

  • Ada yang menjawab bahwa hadiah untuk orangtua diberikan dalam bentuk doa, perhatian, kasih sayang dan kesuksesan.
  • Kado untuk teman-teman akan mereka berikan dalam bentuk kue, kartu ucapan “Selamat Hari Natal”.
  • Juga berupaya bisa menjadi teman baik dengan tidak menyakiti teman.
  • Mengembangkan dan sikap toleransi dengan teman-teman yang berbeda keyakinan agama.
  • Untuk para guru, anak-anak memberi kado berupa perilaku baik, tidak nakal, belajar yang rajin untuk mencapai keberhasilan.

Di akhir homilinya, Romo Ellenterius SVD mengajak anak-anak agar dapat memberi hadiah terindah bagi orang lain.

Drama kisah kelahiran bayi Yesus berakhir dengan pembagian hadiah bungkusan Natal untuk anak-anak.

Tablo Natal

Dalam perayaan Ekaristi itu dan setelah bacaan Injil, anak-anak “mewartakan” kisah kelahiran Yesus  dalam bentuk drama Natal. Kisahnya diambil dari  Injil Luk 1:26-38 ; Luk. 2:1-14 dan Mat. 2:1-12.

Lewat penokohan mereka masing-masing, pemeran drama telah mengantar semua umat yang hadir dalam Perayaan Ekaristi itu untuk merenungkan kisah kelahiran Yesus.

Anak-anak Umat Paroki MRPD Pontianak menjadi petugas liturgi dan para pemain drama kisah kelahiran Bayi Yesus di Misa Natal Anak-anak di Gereja MRDP Pontianak, 25 Desember 2019. (Sr. Olympia Wea KFS)

Dalam drama itu, anak-anak berperan sebagai narator, Maria, Yosef, pemilik penginapan, malaikat, gembala, Herodes, para imam dan Ahli Taurat, serta para majus. 

Melihat penampilan dan penjiwaan mereka dalam memerankan kisah kelahiran Yesus, Romo Ellenterius mengatakan, anak-anak telah memberikan kado yang terindah  dalam perayaan Ekaristi.

Setelah Perayaaan Ekaristi, semua anak mendapat hadiah berupa bingkisan Natal yang telah disiapkan Panitia Perayaan Natal dan Tahun Baru Paroki Maria Ratu Pencinta Damai. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here