Gedung Serba Guna St. Maria Villa Citra II Dihibahkan ke Keuskupan Tanjungkarang

0
533 views
Gedung Serba Guna St. Maria dan Lingkungan Villa Citra II. (Sr. Fransiska FSGM)

GAYUNG bersambut antara hirarki dengan keluarga Leonardus Franky Wijaya. Tanah miliknya di Villa Citra II mereka bangun menjadi tempat doa. Lalu, bangunan itu dihibahkan untuk Gereja Keuskupan Tanjungkarang.

Diberkati Uskup

Setelah menempuh perjalanan panjang selama 14 tahun, akhirnya gedung itu diberkati oleh Uskup Keuskupan Tanjungkarang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, Selasa, 14 Januari 2020. Ikut mendampingi Uskup dalam seremoni ini adalah Pastor Paroki Tanjungkarang Romo JB Sujanto Pr, Romo Anjarsi Pr, dan Romo Indro Pandego Pr.

Meski sudah diberkati, menurut Romo JB Sujanto Pr, tempat ini bukanlah kapel atau gereja. Melainkan hanyalah Gedung Serba Guna (GSG) yang diberi nama St. Maria.  

Serah terima dari keluarga Bapak Franky kepada pihak Keuskupan Tanjungkarang. (Sr. Fransiska FSGM)

Tidak berdiri sendiri

Lokasi gedung serba guna di Villa Citra II ini masuk dalam ranah pelayanan teritorial Gereja Kristus Raja Paroki Katedral Tanjungkarang.

Setelah diberkati, di gedung serba guna ini akan diadakan Perayaan Ekaristi setiap Minggu, pukul 16.00 WIB dan itu terbuka bagi semua orang.     

Romo Sujanto juga menjelaskan, jadwal petugas liturgi tetap akan diatur dari Gereja Stasi Tanjungkarang. Termasuk petugas lektor jugaa akan mendapat tugas di tempat ini.

Untuk biaya pemakaian air, listrik, dan keperluan lainnya, hal itu dapat dirembuk bersama Dewan Stasi Harian. Hal ini supaya biaya kebutuhan finasial GSG juga menjadi tanggungjawab Gereja Stasi Tanjungkarang.

Uskup dan Pastor paroki memberkati Gedung Serba Guna St. Maria. (Sr. Fransiska FSGM)

Menghindari polemik

Kunci GSG dipegang oleh Ketua Lingkungan Villa Citra II. Ini agar supaya bila ada orang perlu dapat dengan mudah menghubunginya.

Dengan demikian, GSG St. Maria ini tidak berdiri sendiri. Melainkan menjadi bagian utuh dengan Paroki Katedral Kristus Raja Tanjungkarang.

Segala sesuatu yang disampaikan oleh Pastor Paroki Tanjungkarang ini dimaksudkan agar ke depan tidak terjadi polemik macam-macam, mengganggu atau diganggu oleh masyarakat sekitar.

Romo Sujanto Pr berharap, ke depan GSG ini dapat berubah statusnya menjadi Gereja Stasi setelah melihat perkembangannya. Berkat adanya GSG ini, diharapkan iman semakin kuat. Setiap umat bisa mengalami persaudaraan sejati dan menjadi sahabat bagi semua orang.

Usai misa, langsung berlangsung seremoni serah terima GSG dari keluarga Franky Wijaya ke Uskup Keuskupan Tanjungkarang. Lalu, Uskup menyerahkannya ke Pastor Paroki. Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan ramah tamah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here