Hamba yang Taat

0
120 views
Ilustrasi (Ist)

ALLAH menegur umat Israel yang selalu mengeluh dan mempersalahkan. Penderitaan terjadi karena mereka tidak bisa menjadi hamba yang taat. Taat pada perintah Allah.

Yesaya memberikan gambaran hamba yang taat.

“Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. (Yes 50:4)

Demi melaksanakan panggilan-Nya, Ia menundukkan diri menjadi murid Tuhan. “Lidah” dapat berarti “bahasa”, atau dapat pula berarti “kemampuan berbicara” (ay. 4).

Dikaruniai “lidah seorang murid” berarti “diajar untuk mengatakan apa yang didengar dari Tuhan”. Dengan demikian dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu.

Kata-kata Sang Hamba juga harus menegaskan dan menggarisbawahi kata-kata Tuhan yang mengampuni dan menyelamatkan. Itu yang Tuhan harapkan dari Hamba-Nya. Sebab itu, setiap pagi Tuhan membukakan dan menajamkan pendengaran-Nya.

Segenap kehidupan Sang Hamba harus diserahkan untuk meneruskan firman Tuhan yang Ia dengar. Berserah berarti juga tetap taat dan setia meski orang lain menolak pemberitaan-Nya (ay. 6)

Saat ini kita sungguh dipanggilan seorang hamba sangat relevan. Pertama meneguhkan mereka yang saat ini letih berbeban berat karena dampak covid 19.

Kedua, hamba yang taat. Taat mengikut aturan, anjuran, saran dari petugas kesehatan dan pemerintah. Agar penyebaran virus Covid 19 dapat diminimalisir.

Mari menjadi hamba yang baik. Apakah aku bersedia?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here