HP, Kompetitor Berat tak Mudah Disaingi

0
71 views
Anak-anak bermain HP di-halaman Gereja Katolik-Balai Karangan Keuskupan-Sanggau, Kalbar by-Mathias Hariyadi.

MENJELANG Paskah bulan April 2019 lalu, diadakan pertemuan-pertemuan pendalaman iman dengan tema yang sudah disodorkan. Dibantu buku-buku. Salah satu segmen adalah kalangan orang muda bin remaja..

Suatu hari Minggu, sekumpulan remaja bersiap melakukannya. Ketika menunggu, hampir semua asyik dengan HP-nya masing-masing.

Di kesempatan hari lain, terdengar acara yang sudah dihadiri itu tak terjadi alias batal. Dha mulih dewe-dewe.

Minggu lalu diadakan rapat, antara lain membahas pendampingan anak-anak remaja. Salah satu kesulitan besar pendampingan kini adalah ada pesaing yang dekat dengan mereka.  Yakni, HP, Android, etc. Pendek-kata gadget.

Inilah kompetitor yang amat berat untuk disaingi.

Tak heran Bapa Paus Fransiskus, dalam salah satu pesannya yang belum lama disampaikan pada umat Katolik, adalah ‘Manusia, jangan sampai menjadi budak HH’.

Memang alat digital elektronik berupa gadgetbisa membantu hidup manusia, namun bisa juga sebaliknya, menghancurkan. Berantakan dengan segala sendi-sendinya.

  1. Suatu hari sebuah gerobak bakso cuanki roda tiga, sedang dikayuh pemiliknya, untuk jualan keliling.
  2. Tak diduga, tak disangka, ‘gedubrak’. Gerobak itu ditabrak motor metik. Roda gerobak belakang, melengkung bak angka delapan. Kaca pecah, bakso & kuah tumpah berantakan di aspal. Dan…, kaki si pedagang bakso luka-luka. Untung tidak meregang nyawa.
  3. Dalam urusan, siapa yang salah. Terketahui, seorang bocah-wadon, mengendarai sambil tangannya memegangi HP, dan matanya melihat di layarnya. Tentu, lalu tidak konsen pada pemakai jalan di depannya.  Urusannya, lalu menjadi panjang…

Sssst… Dilarang berkendara sambil HP-nan. Itu pesan spanduk dari kepolisian.

Wilujeng Pagi. Wasalam. Rahayu.

-peng-oedoed-76-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here