Kesuksesan Hidup bukan Hanya bagi Diri Sendiri

0
155 views
Zheng Daqing by Hong Kong News

SETIAP orang tentunya ingin menjadi sukses. Dibutuhkan kerja keras, kebiasaan serta waktu untuk menuju kesuksesan.

Sukses bukan berarti hanya pada masalah berbisnis, tetapi sukses juga berarti orang menjadi ahli atau dapat bermanfaat bagi orang di sekitarnya.

Banyak orang sukses dan kaya raya yang melupakan asal usul dan kampung halaman mereka. Seperti kacang lupa dengan kulitnya.

Tapi tidak dengan pengusaha asal Tiongkok bernama Zheng Daqing.

Beberapa waktu lalu ia menyempatkan diri untuk mudik ke kampung halamannya. Ia bertemu dengan tetangga-tetangganya untuk bersilaturahmi. Tidak hanya itu, pria konglomerat ini bahkan mentraktir para tetangganya dengan AC, uang, televisi, hingga jalan-jalan dengan helikopter.

Zheng Daqing adalah pemilik perusahaan Xinjiang Tiandi Group. Beberapa waktu lalu ia mengunjungi kampungnya, yakni kota Dingziqiao, Provinsi Sinchuan, China. Saat berkunjung ke kampung halamannya, Zheng Daqing menaiki sebuah helikoter. Tapi ternyata hal ini bukan bermaksud pamer. Ia justru membawa hadiah berupa uang dan peralatan elektronik yang dibagikan kepada tetangga-tetangganya.

Zheng Daqing memberikan hadiah tersebut kepada tetangga-tetangganya terutama untuk yang sudah berusia lebih dari 50 tahun. Pengusaha baik hati tersebut mengeluarkan uang tunai senilai 9 juta yuan atau sekitar Rp 18 miliaran untuk dibagikan kepada tetangga sekampung. Belum lagi untuk alat elektronik seperti AC, kulkas, dan TV yang jika ditotal mencapai 3 juta yuan atau Rp 8 miliaran.

Tidak hanya membagikan hadiah, Zheng Daqing juga membawa beberapa tetangga jalan-jalan dengan kendaraan yang dibawanya, yaitu helikopter. Tentu hal ini semakin membuat tetangga-tetangga sekampung Daqing senang.

Sebelum terbang dengan helikopter, Daqing pun menyediakan fasilitas pemeriksaaan kesehatan untuk memastikan para lansia aman untuk naik.

Bukan janji muluk

Kebaikan hati tidak hanya diucapkan di mulut. Kebaikan hati itu mesti diwujudnyatakan dalam hidup sehari-hari. Kebaikan itu mesti keluar dari hati yang tulus. Kebaikan hati tidak boleh dibungkus oleh janji-janji yang muluk-muluk. Orang yang hanya berjanji akan ditinggalkan oleh orang lain. Orang seperti ini tidak dipercaya.

Kisah di atas menyentuh perasaan hati kita yang terdalam. Mengapa? Karena banyak orang yang sudah kaya di tempat lain lupa akan asal usulnya. Orang tidak mau lagi mengingat masa-masa sulitnya dahulu kala. Daqing tidak lupa akan sesamanya. Ia ingin membahagiakan mereka dengan caranya yang unik.

Sebenarnya tujuan hidup manusia itu tidak hanya membahagiakan dirinya sendiri. Tujuan hidup manusia juga membahagiakan orang lain, siapa pun mereka. Mengapa? Karena manusia itu makhluk sosial yang senantiasa hidup berdampingan dengan orang lain. Tidak ada manusia yang hidup sendirian di dunia ini.

Karena itu, yang mesti disadari adalah harta kekayaan atau sukses yang kita capai bukan hanya untuk diri kita sendiri. Sukses atau harta kekayaan yang kita miliki itu juga milik sesama kita.

Untuk itu, berbagi hidup menjadi suatu keharusan dalam hidup bersama. Dengan demikian, hidup ini menjadi suatu kesempatan untuk membahagiakan diri dan sesama. Tuhan memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here