Kongregasi Suster DSY: Mencermati Jejak Allah yang Semakin Nyata (4)

0
140 views
Mendidik anak-anak kecil menjadi karya pertama para suster DSY di Ternate mulai pada tahun 1938. (Sesawi.Net/DSY)
Logo Kongregasi Suster-suster Dina Santo Yoseph Manado atau DSY.

PERTOLONGAN Tuhan terjadi dalam sejarah misi Kongregasi Suster DSY di Indonesia.  Allah telah menolong sejak tempo dulu. Sekarang pun juga dan masih akan terus menolong (Konstitusi no.4).

Pertolongan Tuhan itu semakin nyata. Tuhan hadir dan  menolong Kongregasi Suster DSY melalui orang-orang yang berhati mulia.

Tak terkecuali Sultan Ternate dan puterinya.

Mereka ikut ambil bagian dalam mengurus satu-dua hal, sehingga Sr. Loyola Buckman DSY bisa bekerja di sekolah negeri.

Sr. Josephtina DSY dan Sr. Marchia van Kol DSY bersama Ibu Bangkut yang ikut membidani sekolah kepandaian puteri jahit-menjahit di Ternate pada tahun 1938 – Sesawi.Net/DSY
Murid-murid sekolah kepandaian puteri yang dikelola oleh para suster DSY di Ternate tahun 1947. (Sesawi.Net/Dok Kongregasi DSY)
Sr. Martien van der Drift DSY bersama para pasien RS Umum di Ternate, Maluku Utara, pada tahun 1947 – Sesawi.Net/Dok Kongregasi Suster DSY.
Sr. Martien van der Drift DSY dengan bayi kembar tiga di Ternate — Sesawi.Net/DSY

Berkat campur tangannya, Sr. Climaca van der Klei DSY bisa bekerja di RS milik pemerintah RI yang baru saja terbentuk paska Proklamasi Kemerdekaan RI.

Ini sungguh merupakan sebuah permulaan yang baik. Para suster itu bisa bekerja dan mendapatkan sedikit bayaran untuk menopang hidup sehari-hari.

Semula ada ide dari puteri Sultan Ternate yakni keinginan agar par suster DSY bisa mendirikan semacam panti. Namun, karena terkendala oleh banyak kesulitan, ide bagus itu tidak jadi terlaksana.

Namun para suster  itu tetap menyadari, keajaiban tetap saja selalu terjadi beriringan dengan kemajuan  pekerjaan atau pelayanan mereka.

Kerusuhan dan krisis diplomatik

Api membara Ternate pada tahun 1958. Kerusuhan meletup antara masyakat dengan aparat keamanan.

Biara susteran dan kompleks gereja menjadi tempat mengungsi bagi warga yang membutuhkan tempat berteduh sementara.

Krisis kedua terjadi di awal tahun 1960-an. Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kerajaan Belanda memburuk paska dua kali insiden Agresi Militer Belanda yang dibungkus dengan istilah manis “Aksi Polisionil”.

Dampaknya berimbas pada karya misi.

Agresi Belanda di sekitaran Tugu Yogyakarta – Ist

Para suster DSY dan semua misionaris asing dari Belanda dihadapkan pada pilihan sulit. Harus segera tinggalkan Indonesia dengan paspor Belanda. Atau, silahkan jadi WNI kalau masih ingin terus bisa berkarya di Indonesia.

Semula, para suster terkena aturan dilarang mengajar di sekolah. Namun, kemudian aturan itu dicabut kembali.

Panggilan lokal

Perjalanan waktu membuktikan, tantangan zaman tidak sampai pernah mengubur bibit-bibit persemaian panggilan lokal. Dua suster asli Indonesia bergabung yakni Sr. Magdalena Rindengan DSY (alm) dan Sr. Fransina Kasihiu DSY.

Kongregasi juga memperluas daerah pelayanan dengan membuka komunitas baru di Tanimbar, Maluku Tenggara; tepatnya di desa Lorulung, bulan Desember 1968.

Dua suster Indonesia pertama yakni Sr. Magdalena Rindengan DSY (alm) dan Sr. Fransina Kasihiu DSY.
Memulai karya kesehatan di Tanimbar, Maluku Tenggara, sejak 27 November 1968 dengan pengutusan empat suster DSY. (Sesawi.Net/DSY)
Memulai karya kesehatan di Tanimbar, Maluku Tenggara, sejak tanggal 27 November 1968 bersama Sr. Fransisio van Aart DSY, Sr. Marchia DSY, Sr. Magdalena DSY, dan Sr. Fransina DSY. (Sesawi.Net/Dok Kongregasi Suster DSY)

Mereka membuka layanan kesehatan di Lorulung lantaran di sana banyak orang sakit, anak-anak kekurangan gizi, pasien TBC lantaran ketersediaan air bersih sangat kurang.

Pimpinan Kongregasi DSY di Heerlen akhirnya mengutus Sr. Josephine Smith DSY dari Belanda berangkat menuju Tanimbar untuk menangani poliklinik.

Novisiat “Setia Bakti” di Ternate

Di Ternate ada pemberkatan gedung novisiat baru bernama “Setia Bakti” pada tanggal 29 Januari 1969. Nama ini berarti orang-orangnya setia dalam hidup bakti atau setia berbakti.

Pelayanan di bidang pendidikan juga berkembang pesat. Ada TK,  SD, SMP, dan SMA , pluas sekolah kejuruan. 

Perkembangan zaman membutuhkan layanan berbeda. Usai perbincangan panjang, maka dibukalah klinik bersalin tanggal 15 juli 1969 dengan nama  “Darma Ibu”. 

Karya pelayanan kesehatan diperluas lagi. Pada tanggal 9 Juli 1974, empat orang suster mendapat tugas pengutusan berkarya di  Ambon memulai pelayanan kesehatan. Pembukaan komunitas baru secara resmi terjadi pada 27 Agustus 1974.

Setiap permulaan karya selalu menempel banyak kesulitan.

Pada tanggal 23 November 1983 dibuka juga komunitas di Bacan, Maluku Tengah. Empat suster diutus ke sana mengampu karya pendidikan TK, poliklinik dan pastoral.

Awalnya, kami mengalami  kesulitan. Tidak boleh membuka poliklinik bagi para transmigran. Namun, Kodam Pattimura di Maluku dengan baik hati bersedia memfasilitasi proses administrasi perizinan sehingga akhirnya kami boleh meneruskan karya.

Sejarah karya Kongregasi Suster Dina Santo Yoseph Manado atau DSY di Indonesia dalam kronologi. (Dok DSY)

Menjadi mandiri

Semula kami masih berstatus Pra Provinsi Indonesia. Sekarang ini, kami sudah mandiri seiring dengan dibukanya biara dan komunitas-komunitas baru di Mukun, Ruteng, Tobelo (Malut), Sulubombong, Tahuna, Tanjung Selor (Kaltara), Tanjung Redep, Timika, Raja Ampat (Papua Barat), Gorontalo.

Semua melayani kebutuhan lokal.

Kerusuhan rasial yang melanda Ambon dan Ternate serta daerah-daerah sekitarnya  kurun waktu tahun 1999-2000 ikut membuat kami kocar-kacir dalam mengampu karya. Beberapa rumah biara menjadi tempat pengungsian.

Bangunan asrama untuk anak-anak perempuan di Kaokonao, Papua, dimulai akhir tahun 1953 — Sesawi.Net
Sudut biara Susteran DSY di Kaokonao, Papua, yang dimulai akhir tahun 1953 – Sesawi.Net/DSY.

Pada masa itu, muncul kebutuhan membuka lokasi biara dan karya baru di luar Maluku. Maka dipilihlah Flores yakni di Labuan Bajo, Ranggu, Kisol, dan Waelengga.

Dewan Pimpinan Umum Kongregasi di Heerlen sudah barang tentu ikut menyiapkaan kemandirian Provinsi yang lebih kuat. Dukungan itu terjadi melalui banyak diskusi, sumbangan pemikiran melalui forum Kapitel Umum.

Itu terjadi pada Kapitel Umum tahun 2001, 2016 dan 2011. Pada Kapitel Umum tahun 2011 itulah muncul keputusan definitif: Kongregasi DSY Provinsi Indonesia menjadi mandiri. (Bdk. Hasil Kapitel Umum, Heerlen, 2011).

Di tengah kesibukan membangun kemandirian, pada tanggal 4 Maret 2013 dirayakan secara meriah 75 tahun kongregasi hadir di Indonesia dan secara khususnya di Ternate.

Tujuh uskup hadir dalam perayaan itu. Sekali lagi, para uskup membuat pernyataan yang ditandatangani bersama berisi pernyataan untuk kemudian dikirim ke Roma.

Ketujuh uskup itu menegaskan sikap dan dukungan mereka agar Kongregasi DSY di Indonesia bisa mulai mandiri.

Sr. Josephina Vrohn DSY bersama anak-anak TK di Ternate tahun 1947 – Sesawi.Net
Sr. Fransisio van Art DSY tiba di Ternate tahun 1950 bersama Sr. Bertilla DSY dan Sr. Marie Etienne DSY. Foto bersama para murid di samping Biara Susteran Maria Mediatrix di Ternate, Maluku Utara – Sesawi.Net/Dok Kongregasi Suster DSY.

Akhirnya, hari baik pun tiba. Tanggal 3 Januari 2014, Kongregasi Suster-suster Dina Santu Yoseph diakui secara resmi oleh Kongregasi Lembaga Urusan Hidup Bakti di Vatikan menjadi Kongregasi mandiri dengan nama Kongregasi Suster-suster Dina Santu Yoseph Manado.

Pada bulan Agustus 2014, Kapitel Umum pertama sebagai Kongregasi mandiri dilaksanakan dan terpilih Sr. Veronica Manaan DSY sebagai Pemimpin Umum dan ke empat suster lain sebagai anggota Dewan Pimpinan Umum.

Saat ini, Kongregasi tengah memasuki tahun keempat sebagai kongregasi mandiri. Tahun 2019 akan diadakan Kapitel Umum kedua. 

Penerimaan busana biara (kleding) dengan pendampingan bersama Muder WilheminoDSY dan Sr, Bertillia DSY. –Sesawi.Net/DSY

Sumber:

  • Cuplikan Sejarah Tarekat DSY di Maluku dan Papua.
  • Mat. 25: 31-46, Yoh 16: 17–33.
  • Konstitusi Kongregasi Suster DSY Manado.
  • Anggaran Dasar Ordo Ketiga Fransiskan Regular.
  • Hasil Kapitel antar Dua Regio 1991.
  • Hasil Kapitel Provinsi 1996.
  • Hasil Kapitel Umum Kongregasi SMSJ 2011.  (Berlanjut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here