Laporan dari Birmingham, Inggris: Mercy Garden Party, Ladang Kasih bagi Sesama

0
166 views
Mercy Garden Party di halaman Paroki Corpus Christi Stechford, Birmingham, Inggris. (Fr. Paulus Bau Mau SDV)

GARDEN Party (Pesta Taman) biasanya dilakukan di sore hari. Pesta ini pertama kali diperkenalkan Anna, Duchess of Bedford ke-7, sekitar tahun 1840.

Konon, Anna dikatakan sering kali merasa lapar sekitar pukul 16.00 sore, sementara makan malam baru dihidangkan pukul 20.00. Merasa jarak makan siang dan malam terlalu panjang, Anna akan minta disajikan teh, lengkap dengan roti dan butter saat sore hari.

Lambat laun, permintaan ini jadi kebiasaan. Bahkan, Anna mulai mengundang teman untuk bergabung dengannya. Seiring berjalannya waktu, Ratu Victoria meletakkan dasar untuk pesta taman pada tahun 1860-an.

Pesta taman pada zaman itu hanya terbuka untuk sesama kaum terpandang, pejabat dan bangsawan.

Di sana namanya “mercy garden city”, di sini namanya pesta bazar pasar murah.

Ketika Ratu Elizabeth naik tahta pada tahun 1952, pesta taman ini lambat laun diubah tidak hanya dikhususkan bagi kaum bangsawan saja. Melainkan, ratu berusaha untuk mengubah pesta tersebut untuk khalayak ramai yang jauh lebih demokratis dan segala acara-acara kerajaan sering menggunakan taman sebagai kesempatan untuk mengenal masyarakat secara lebih dekat dan sekaligus tempat untuk berterima kasih kepada anggota masyarakat yang berkontribusi penting dalam pengabdian yang total kepada kerajaan, baik melalui pekerjaan amal atau pelayanan publik.

Pesta taman kemudian berkembang menjadi sebuah tradisi di negara Inggris. Meskipun berakar dalam kalangan kaum terpandang. Namun kini, pesta taman (Garden Party) menjadi hobi untuk dinikmati oleh setiap tingkat masyarakat berkat keputusan Ratu Elizabeth untuk memperbanyak undangan mereka di luar bangsawan.

Akibatnya, masyarakat memeluk tradisi itu dan dijadikan turun temurun hingga saat ini.

Mercy garden party

Setelah beberapa lama kegiatan garden party berlalu, saya termotvasi untuk menuangkannya dalam sebuah tulisan. Ketika saya mengikuti kegiatan ini untuk pertama kalinya, ada kesan bahwa ini merupakan suatu pengalaman menarik dan penuh makna.

Selalu segar dalam ingatan saya, hari itu (Minggu, 14 Juli 2019) di halaman depan Paroki Corpus Christi Stechford di Birmingham, Inggris, ratusan umat hadir dan mengambil bagian penuh aktif dalam acara garden party ini.

Meskipun hari itu diselimuti oleh deraian hujan, namun kondisi tersebut sama sekali tidak membuat surut animo dari ratusan warga paroki yang hadir.

Sekadar untuk diketahui bahwa acara ini dikoordinasi langsung oleh Sr. Maura, Sr. Maureen dan MercyAssociates serta di dukung secara penuh oleh Paroki Corpus Cristi Stechford, Birmingham-Inggris, P. Andrew Martinez SDV (asal Filipina) bersama wakilnya, P. Vitalis Barik SDV (asal Indonesia).

Keduanya adalah religius Serikat Panggilan Ilahi atau lebih di kenal dengan nama Vokasionis.

Para anggota Mercy Associates mendirikan stand (kemah) mereka masing-masing. Dalam kemah tersebut dijual berbagai jenis barang mulai dari makanan, minuman, buku-buku dan  perlengkapan rumah tangga.

Selain itu, ada juga permainan lempar koin ke arah botol minuman dan permainan sulap dengan menggunakan kartu.

Aneka sten berdiri.

Acara garden party dimulai setelah misa pagi (pukul 10.00) dan berlangsung di halaman depan Paroki Corpus Christi Stechford di Birmingham, Inggris, hingga pkl. 17.00 waktu setempat.

Jumlah dana yang terkumpul dari kegiatan ini sebesar 5,704 Poundsterling (Rp 969.680.000,00 jika nilai tukar pounds ke rupiah adalah Rp. 17.000, 00).

Garden Party adalah sebuah Ladang Kasih      

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada sesama yang berkekurangan. Misalnya saja untuk misi para Suster of the Mercydi Afrika Selatan dan Hamlin Fistula United Kingdom yang mendukung para wanita di Ethiopia.

Terlintas ketika berpikir tentang kasih, maka ada beragam makna kasih. Kasih itu memberi, murah hati, tidak sombong dan memegahkan diri, pemaaf dan tidak pemarah.

Kasih berarti menyayangi. Kasih berarti mencintai dan membahagiakan orang yang kita kasihi.

Kasih kepada Tuhan berarti mencintai Tuhan dengan cara menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Kasih kepada orangtua berarti menyayangi mereka dengan setulus hati dan berusaha untuk tidak menyakiti hatinya.

Kasih kepada sahabat berarti menjaga mereka dan tidak mengkhianati.

Kasih kepada pasangan berarti menjaga kepercayaan dengan setulus hati. Singkatnya, kasih mempunyai sejuta makna yang amat dalam.

Berkaca dari kegiatan Garden Party yang berlangsung di Paroki Corpus Christi Stechford, Birmingham, beberapa waktu yang lalu, hemat saya setidaknya ada dua makna kasih yang sejati.

Pertama, kasih itu bertindak. Kasih itu harus dimanifestasikan dengan tindakan atau perbuatan yang nyata.

Kedua, kasih itu kerelaan untuk berkorban. Ketika seseorang memiliki kerinduan yang besar untuk menolong sesama secara total, maka sesungguhnya di sana ada kerelaan untuk berkorban sebagai salah satu wujud kasih yang sejati.

Kedua wujud kasih inilah yang ditunjukkan umat Paroki Corpus Christi Stechford, Birmingham, di saat mereka merayakan Garden Party sebagai sebuah ladang kasih bagi sesama yang membutuhkan bantuan.

Bolehkah kita mengikutinya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here