Lentera Keluarga – Kasih Tak Terbatas

0
522 views

Tahun C-1. Minggu Biasa VI
Minggu, 24 Februari 2019.
Bacaan: 1 Sam 26:2.7-9.12-13.22-23; 1 Kor 15:45-49; Luk 6:27-38.

Renungan:

AJARAN kasih yang diberikan Tuhan sungguh istimewa: Apa jasamu jika hanya mengasihi orang yang mengasihi kamu? Apa jasamu jika hanya berbuat baik kepada orang yang berbuat kepadamu? Apa jasamu jika hanya meminjamkan sesuatu kepada orang jika berharap meminta sesuatu daripadanya? Kasih ini adalah kasih yang memberi dan tanpa batas. Kasih yang tidak didasarkan pada prinsip keadilan, tetapi kasih yang didasarkan pada sikap Allah sendiri yaitu : murah hati  Kasih itu bukan membalas perbuatan baik orang lain kepada kita tetapi memberi kebaikan hati kita kepada orang lain. Kasih ini menjadi karakter murid-murid Kristus.

Kasih tanpa batas ini dilatihkan Tuhan dalam perjalanan hidup kita. Ketika anak-anak kita  lahir sampai pada masa bayi, mereka sangat tergantung pada kita. Tidur kita kurang, kita lelah bahkan ketika mereka sakit, kitapun rela memberikan hidup kita untuk kesembuhannya  dan jelas bahwa mereka tidak mampu membalas apapun yang kita berikan. Kasih tanpa batas ini juga dipraktekkan antara anak-anak dengan. orang tua ketika kedua berpikir baik tetapi berbeda dalam cara/ungkapan karena generation gap. Kasih tanpa batas inilah yang kita berikan kepada orang tua kita yang lupa dengan kita, tidak tahu kita sayangi, dan bahkan berkata dan bersikap tidak enak kepada kita. Membalas kasih atau menuntut balasan atas kasih itu adalah wajarl; tetapi bagi murid Kristus, kasih itu lahir dari diri dan mengalir kepada semua orang tanpa kecuali dan tanpa memandang balasannya. Jika kita masih menggunakan prinsip keadilan-balas jasa, kita akan lelah untuk mengasihi dan dikuasai oleh kejengkelan bahkan juga kebencian.

Kisah sederhana: seorang anak bertanya kepada seorang kakek yang mengunjungi isterinya yang terkena alzeimer dan tidak mengingatnya lagi : ‘Mengapa anda setiap hari mengunjungi nenek yang sudah tidak mengenal anda lagi? Anda kunjungi dan tidak kunjungi, nenek juga tidak tahu. Jawbaan kakek itu kepada anak ini: Ia memang tidak mengingat saya; tetapi saya mengingat dia dan mengasihinya“.

Kontemplasi

Rasakanlah bagaimana pengajaran Tuhan itu membongkar pengertian dan praktek kita mengenai kasih .

Refleksi:

Apakah aku mau mengambil keputusan untuk mengasihi tanpa batas dan belajar dari hati Bapa yang berbelaskasih?

Doa:

Ya Bapa, semoga belaskasihMu semakin kuwujudkan dengan kesungguhanku untuk mengasihi tanpa batas.

Perutusan:

Belajarlah mengasihi tanpa batas di dalam keluarga anda; terhadap anak anda, juga kepada orang tua anda. Anda mengenal hati Allah jika anda belajar untuk mempraktekkannya.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here