Lentera Keluarga – Keterbukaan

0
146 views

Tahun C-1. Senin Paska IV.

Senin, 13 Mei 2019. 

Bacaan: Kis 11:1-18; Mzm 42:2-3;43:3.4; Yoh 10:1-10. 

Renungan:

ENGKAU telah masuk ke rumah orang-orang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka” demikian tanggapan orang-orang bersunat atas tindakan Petrus. Perbuatan Allah berkerja di luar  kerangka pikir tradisi Yahudi, salah satunya adalah pertobatan Kornelius. Tidak mudah mempertanggungjawabkan dan menemukan apa maksud Allah dengan semuanya itu, tetapi itulah persoalan awal yang harus dialami oleh jemaat perdana, sampai mereka dapat mengatakan :” Jadi kepada bangsa-bangsa lain pun Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.”

Dalam hidup kita, kadang Allah juga bekerja di luar kerangka berpikir dan logika manusiawi termasuk struktur gereja kita. Bagi yang cenderung mencari status quo, segalanya sdh final dan tidak bisa berubah. Bagi yang berjiwa revolusioner, mereka bersemangat untuk membaharui gereja dan strukturnya. Namun di atas semua, bukan logika, bukan tradisi yang kita pertahankan, tetapi perbuatan dan kehendak Allahlah yang harus menjadi prioritas dalam hidup gereja. Kehendak ini ditemukan dengan dialog yang terbuka dan terarah mencari kebenaran; bukan membela posisi masing-masing. Ecclesia semper reformanda : gereja tidak pernah sama, selalu berubah dan terus berubah, sesuai dengan kehendak Allah. 

Kontemplasi:

Gambarkan bagaimana jemaat perdana dikejutkan oleh Perbuatan Allah yang berada di luar sistem berpikir agama mereka. 

Refleksi:

Apakah aku memprioritaskan kehendak Allah lebih daripada mempertahankan pendapat dan pikiranku sendiri?

Doa

Ya Bapa, semoga kami selalu setia kepada kehendakMu walaupun kadang diluar pemahaman dan pemikiran kami. Amin. 

Perutusan:

Dahulukanlah dan prioritaskanlah kehendak Allah di atas semua; letakkanlah pemikiran dan pandangan anda sendiri

(Morist MSF: www.misafajava.org).

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here