Lentera Keluarga – Naik Ke Gunung Tuhan

0
152 views

Tahun A. Pekan Adven 1
Minggu, 1 Desember 2019. 
Bacaan: Yes 2:1-5, Mzm 121:1-2.4-5.6-9; Rom 13:11-14; Mat 24:37-44

Renungan:

MENGAWALI masa adven ini, Kitab Yesaya dan Mazmur mengundang kita untuk  berbondong-bondong “naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub”. Gunung adalah tempat Allah bertahta, dan untuk naik ke gunung perlu stamina, ketekunan dan sikap pantang menyerah. Di atas gunung itulah, Allah akan mengajar dan menghakim serta memberikan damai.  Untuk naik ke gunung Tuhan ini, Yesaya menyerukan “berjalan dalam terang Tuhan.; artinya jangan cari jalan dan membuat jalan sendiri. Bagi seorang pendaki, akan lebih mudah mengikuti jalan yang sudah ada, dan pasti tidak akan tersesat daripada membuat jalan sendiri. Dan bagi kita jalan yang jelas adalah Yesus Kristus. 

Masa adven harus menjadi “masa plus” bagi kita dan keluarga untuk mendekat dan menuju kepada Allah, baik secara pribadi maupun bersama-sama. Kita tidak perlu membuat sendiri acara dalam mempersiapkan masa adven ini. Gereja telah memberikan jalan dengan renungan adven, doa masa adven ataupun kegiatan bersama membuat corona adven.  Ini adalah bulan keluarga untuk lebih dekat dengan Tuhan. Kita boleh menetapkan jam suci keluarga, 15 menit setiap hari untuk doa adven di depan corona adven. Dan kemudian secara pribadi menambahkan doa, renungan, bacaan rohani pribadi, meditasi dan kemudian pengakuan dosa. Janganlah masa adven berlalu begitu saja. Merayakan masa adven dengan baik akan menjadi natal yang indah dan berahmat bagi kita. 

Kontemplasi:

Gambarkan bagaimana umat berduyun-duyun naik ke Gunung Tuhan. 

Refleksi:

Apa hal lebih yang aku lakukan bersama dengan keluarga dan secara pribadi pada masa adven ini?

Doa: 

Ya Bapa, semoga masa adven ini menjadi kesempatan bagi kami sekeluarga untuk berkumpul, berdoa, berbagi hidup, rekonsiliasi dan menimba rahmat dan pengajaranMu. 

Perutusan:

Buatlah rencana bersama dengan keluarga untuk membuat sesuatu yang lebih di masa adven ini, baik secara bersama maupun pribadi

(Morist MSF)

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here