Mana Lebih Utama: Kepentingan Duniawi atau Rohani?

0
216 views
Ilustrasi: Kekayaan. (Ist)

KERJA, sekolah, tugas, uang, kesenangan. Hal tersebut seringkali memperbudak kita sehingga membuat kita meninggalkan kewajiban sebagai orang beriman.

“Aku capek baru pulang kerja jadi gak ke Gereja. Aku capek banyak tugas jadi gak ke Gereja”.

Alasan klasik bukan? Kita sering menganggap kepentingan duniawi adalah yang terpenting. “Tuhan pasti ngerti aku sedang melakukan yang terbaik bagi hidupku,” begitulah  sering kali kita mengungkapkan hal itu.

Dapat disimpulkan bahwa saat ini kepentingan duniawi mulai mengalahkan kepentingan rohani.

Kebanyakan

Manusia saat ini, bahkan termasuk saya, secara tidak langsung menganggap bahwa hal yang ada di dunia ini adalah abadi. Mencari uang tanpa henti, bersekolah setinggi-tingginya, mencari kesenangan sebanyak-banyaknya dengan alasan hidup hanya sekali.

Kita sebagai manusia seringkali menganggap bahwa hasil yang diraih adalah yang terpenting dan merasa bahwa hasil yang ingin diraih tersebut harus mengandalkan diri sendiri.

Anggapan tersebut akhirnya membuat manusia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hasil yang luar biasa. Cara tersebut ada yang baik maupun buruk. Tidak hanya itu, pandangan tersebut membuat manusia lupa darimana dia berasal dan lupa untuk tetap mengandalkan Tuhan di setiap hal yang dilakukannya.

Padahal setiap hal yang terjadi dalam hidup manusia sejak awal sampai akhir tidak lepas dari restu dan kehendak-Nya.

Yesus juga mengajarkan kita untuk selalu memiliki hati yang kaya bukan harta atau ilmu (hal duniawi) yang banyak, karena Ia tidak ingin kita memiliki keselamatan semu, yang berasal dari kekayaan. Ia ingin manusia memiliki keselamatan yang sesungguhnya.

Keselamatan sesungguhnya itulah yang akan menghantarkan manusia untuk masuk ke dalam kerajaan Surga. Jika cara kita dalam meraih hasil adalah buruk, hal tersebut membuat kita semakin jauh dari keselamatan yang sesungguhnya.

Kita juga harus mampu untuk selalu membuka hati, selalu mengandalkanNya, mendengarNya, berjalan di jalan yang benar yaitu jalanNya. Harus selalu mampu membantu yang lemah dan peduli yang susah. Jika mampu melakukan semua itu niscaya Kerajaan Surga akan menanti dan mempersilahkan kita untuk masuk ke dalam.

Kepentingan duniawi memang penting untuk kehidupan kita di dunia ini. Namun, sebaiknya kepentingan duniawi tersebut tidak mengalahkan kepentingan rohani. Sebaiknya keduanya berjalan dengan seimbang.

Kita sebagai manusia ciptaanNya harus sadar darimana kita berasal sehingga kita tidak boleh melupakan Pemilik Hidup kita, yaitu Tuhan sendiri.

“Jangan lupa untuk tetap mengandalkanNya dalam setiap perjalanan hidupmu, karena dia adalah Sang Pemilik dari hidupmu” –Anonim

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here