Mendem

0
125 views
Ilustrasi: Banyak minum alkohol dan kemudian mabuk (Ist)

TERHADAP hal-hal yang nikmat, ada orang-orang yang lalu kecanduan. Bahasa gaulnya mendem.

Ada kecanduan alkohol, miras. Ada kecanduan narkotik. Ada kecanduan pesona. Ya, pesona wanita.

Maka dalam lagu Jawa, digubah oleh seseorang judulnya Mendem Wedokan. Sebuah satire, kritik, sekaligus ungkapan fakta, bahwa ada yang berperilaku demikian di antara banyak anak manusia. 

Suatu malam, seorang anak muda terlentang di rumputan tanpa baju.. Dibiarkan juga oleh kawan-kawannya. Ternyata anak muda itu sedang mendem miras, minuman keras.

Seorang perempuan berteriak-teriak di tepi jalan, berseteru dengan seorang pria. Ternyata pria itu suaminya, kepergok mendem perempuan. 
Namun ada pula orang yang mendem, bin kecanduan dalam kenikmatan kimiawi berbahaya, yakni lem dan obat flu.

Seorang petani sederhana, tiap hari minum obat flu. Tak tanggung-tanggung, 8 butir tiap hari. Jika tak minum, tak bisa tidur katanya. Namun sayang, lalu dia kini jadi setengah budhek.

Ada barang, yang mesti dikonsumsi secara proporsional, dan terkontrol. Arahnya jadi sehat.

Namun ada yang menyalahgunakan, demi ke-enak-an, kenikmatan semata. Hedonis. Rusaklah jadinya. 

Wasalam rahayu, rahayu.
-=pengoedoed 76=-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here