Menjadi Tanah Terbaik Bagi Benih Sabda-Nya

0
909 views

Sabtu, 19 September 2015
Pekan Biasa XXIV
1Tim 6:13-16; Mzm 100:2-5; Luk 8:4-15

Yesus Kristus bersabda, “Yang jatuh di tanah yang baik ialah orang yang mendengarkan sabda itu dan menyimpannya dalam hati, dan menghasilkan buah dalam ketekunan…”

INJIL hari ini menyatakan kepada kita tentang Yesus yang menyampaikan perumpamaan tentang penabur benih yang dimaksudkan untuk menggambarkan para pendengar sabda-Nya. Ada bermacam cara untuk mendengarkan dan menerima sabda Allah. Bermacam cara itu akan menghasilkan buah yang berbeda pula.

Allah selalu siap berbicara untuk mengajar kita dan memberi kita pengertian tentang sabda-Nya. Seberapa baik kita dalam mendengarkan sabda-Nya? Apakah sabda-Nya masuk telinga kita yang satu dan keluar melalui telinga yang lain?

Kita dipanggil menjadi pendengar terbaik bagi sabda-Nya. Maka kita harus memiliki hati yang terbuka dan rela serta budi yang mendengarkan sabda-Nya dengan penuh perhatian. Itu berarti kita mesti selalu siap mendengarkan yang Allah kehendaki untuk diajarkan kepada kita melalui sabda-Nya.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, sementara kita bersembah sujud di hadirat Yesus Kristus, kita belajar untuk menjadi tanah terbaik yang siap menerima benih sabda-Nya hingga berakar dan bertumbuh, serta menghasilkan buah yang baik. Di sana kita mendengarkan sabda Allah dengan telinga hati dan semangat siap diajar untuk mengerti kehendak Allah yang harus kita lakukan dalam hidup sehari-hari.

Tuhan Yesus Kristus, sabda-Mu memiliki daya ubah bagi kami jika kami menerimanya dengan iman dan membiarkannya berakar di kedalaman hati, budi dan jiwa kami. Sabda-Mu adalah makanan harian kami yang mencerahkan dan menguatkan langkah perjalanan iman kami menuju kerajaan-Mu yang kekal. Semoga kami lapar akan sabda-Mu dengan mendengarkannya penuh perhatian yang Kau sabdakan itu dan melakukannya dalam kehidupan harian kami selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here