Mensyukuri Anugerah Tuhan

0
93 views
Senantiasa bersyukur by Ist

HIDUP ini merupakan anugerah dari Tuhan. Tuhan tidak hanya menganugerahkan hidup, tetapi juga kebutuhan-kebutuhan demi kelangsungan hidup itu.

Seorang bapak menasihati anak-anaknya untuk selalu menghormati hasil kerja orang lain. Sebagai seorang petani, ia telah bekerja mati-matian di sawahnya demi menghidupi keluarganya.

Karena itu, ia merasa sedih sekali ketika anak-anaknya membuang-buang makanan.

Suatu hari, ia berkata, “Untuk menghasilkan satu butir nasi, saya harus memacul sawah. Saya harus memasukkan air ke dalam sawah. Lalu saya tanam padi. Saya memupuk padi itu. Saya harus menunggu selama lebih kurang tiga bulan untuk memastikan bahwa padi sudah siap dipanen.”

Salah seorang anaknya berkata, “Ternyata tidak mudah menghasilkan beras ya. Kalau begitu, saya tidak ingin membuang-buang makanan lagi.”

Anak yang lain lagi berkata, “Selama ini saya kurang selera kalau makan di rumah. Saya lebih punya selera, kalau makan dengan teman-teman di warung. Saya berjanji untuk tidak menyia-nyiakan makanan lagi.”

Lawan godaan

Tidak mudah kita menghargai suatu hasil karya. Banyak orang lebih mudah mengkritik suatu hasil karya daripada memberikan jempol atasnya. Kini banyak orang mudah membuang makanan.

Mereka berpikir bahwa menghasilkan makanan itu mudah saja. Apalagi sekarang ini makanan cepat saji dengan mudah didapatkan di restoran-restoran,

Kisah di atas mengingatkan kita untuk tetap memberikan penghargaan terhadap makanan yang kita konsumsi setiap hari.

Apa pun bentuk dan jenis makanan, makanan itu didapatkan dengan kerja keras. Istilahnya orang memperolehnya dengan keringat dan kerja keras.

Orang beriman mesti mensyukuri kebaikan Tuhan atas hidup ini. Kebaikan Tuhan itu tampak dalam makanan dan minuman yang diperoleh setiap hari. Kita boleh bersyukur bahwa kita masih mendapatkan makanan dan minuman tiga kali sehari.

Di belahan dunia lain, ada begitu banyak orang yang menderita kelaparan. Mereka tidak punya apa-apa untuk mereka makan dan minum. Akibatnya, mereka mengalami penyakit busung lapar.

Mari kita terus-menerus menghargai pemberian Tuhan bagi kelangsungan hidup kita. Tuhan memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here