Musyawarah Guru Pendidikan Agama Katolik Sumsel: Hindari Soal Ujian Bermuatan SARA

0
358 views
Para peserta pertemuan. (Ist)

BAPAK Suparmono (50) adalah seorang guru agama Katolik di SMA Negeri 1 Belitang. Bapak yang cukup humoris ini selalu menyajikan guyonan ringan di tengah ketegangan dan kepenatan menyusun soal-soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di SMP Xaverius 3 Palembang, Jumat-Sabtu (1-2 Februari 2019).

Suparmono bersama tiga temannya dari OKU Timur (Alb. Ruswanto, Titus Sudarminto, dan St. Gani) merasa senang atas penugasan dari Penyelenggara Bimas Katolik OKU Timur untuk mengikuti penyusunan soal USBN mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik (PAK) baik tingkat SMP maupun SMA/SMK.

Tugas mulia

Hal yang sama disampaikan Alb Ruswanto (40). Guru Agama Katolik di SMA Negeri 1 Martapura, sekitar 185 Km dari kota Palembang, mengatakan “Saya berterima kasih atas tugas mulia, tugas negara yang dipercayakan kepada saya”.

“Tadi malam, pukul 01 kami berempat berangkat dari Belitang. Kami tiba di Palembang sekitar jam 6 pagi,” kata St. Gani, sekaligus sopir mobil, ketika menyampaikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan saat bersalaman pagi di halaman sekolah SMP Xaverius 3.

Turut hadir dalam acara pembukaan penyusunan soal USBN Propinsi Sumatera Selatan Pembimas Katolik Sumsel Drs. Al. Supardi MM, pengawas pembina Yustinawati, MPd, pengawas guru Agama Katolik Drs. Harmadi, MM , dan para kepala SMP Xaverius.

Pengembangan profesi guru

“Inilah baru pertama kali sejak 3 tahun lalu ketika kita menyusun soal USBN Pendidikan Agama Katolik dihadiri para pejabat tinggi. Kita semua turut senang atas kehadiran mereka semua. Kita semua mendapat dukungan dan perhatiannya”, kata kepala SMP Xaverius 3 Palembang, Dra. K Sri Pujiati dalam sambutannya.

Awal sambutannya, Pembimas Katalik Sumsel Al. Supardi mengatakan “Ini momen istimewa dan baru pertama kali, acara seperti ini dihadiri oleh para kepala sekolah.”

MGMP adalah wadah resmi pemerintah untuk pengembangan profesi guru. Maka, mohon para guru memanfaatkan wadah ini dengan baik. Pembimas berussaha memfasilitasi kegiatan para guru dan semoga bermanfaat, jelas Al. Supardi.

Meningkatkan kompetensi guru

Al. Supardi menambahkan bahwa kegiatan KKG bagi guru agama Katolik tingkat SD atau MGMP bagi guru agama Katolik tingkat SMP dan SMA/SMK dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi guru. Semua program MGMP (baik program  umum, program utama dan program penunjang) yang telah disusun bersama hendaknya membantu segenap guru untuk lebih aktif dan terlibat dengan baik.

Hari ini (Jumat dan Sabtu) bapak ibu guru ditugaskan untuk menyusun soal-soal Pendidikan Agama Katolik berdasarkan kisi-kisi dari pusat. Ada 45 kisi-kisi soal. 40 berbentuk soal pilihan ganda dan 5 nomor untuk soal uraian singkat (esai), jelas Al. Supardi.

“25% soal sudah dibuatkan di Pusat. 75% akan dibuatkan oleh para guru dalam wadah MGMP,” tegas Al. Supardi.

Dalam pembuatan soal-soal USBN nanti yang akan diberi pembekalan oleh Pengawas Pembina, Yustinawati, MPd, pembimas Katolik berharap agar para guru tidak hanya memikirkan sekolah Xaverius tetapi memikirkan siswa-siswi Katolik yang sekolah di SMP dan SMA/SMK negeri dan  maupun siswa beragama Katolik yang sekolah di SMP atau SMA swasta non-Xaverius.

Al. Supardi memohon agar para guru menghindari membuat soal yang mengandung isu sara, isu politik, bermuatan pornografi-asusila, mengandung unsur komersial (iklan).

Suasana pertemuan.

Bentuk tim penelaah

Pengawas Pembina, Yustinawati MPd memaparkan pedoman umum pembuatan soal yakni stimulus, steam, dan option yang benar.

Selain itu, mantan guru bahasa Indonesia dan mantan Kepala SMP Xaverius Maria Palembang, Yustinawati MPd menjelaskan secara sistematis berkaitan dengan materi, konstruksi, dan pemakaian bahasa Indonesia yang benar dan baik dalam pembuatan soal ujian.

“Soal-soal yang dibuat harus berdasarkan kisi-kisi yang kita terima dari Pusat. Hendaknya dibentuk tim penelaah soal untuk meminimalisir kekurangan dan kesalahan yang tidak perlu,” tegas Yustinawati, MPd.

Para penyusun soal dipisahkan menjadi dua kelompok besar yakni kelompok SMP dan kelompok SMA/SMK. Masing-masing kelompok menyusun soal berdasarkan kurikulum atau KTSP 2006 (paket utama, cadangan dan susulan), dan KTSP 2013 (paket utama, cadangan, dan susulan).

Pada hari ini juga (Sabtu, 2/2) akan diumumkan kepengurusan inti MGMP PAK Kota Palembang dan sekitarnya periode 2019-2021. Susunan kepengurusan MGMP PAK dengan Ketua yakni Andreas Suparno (guru SMK Xaverius Palembang), Sekretaris Ignas Iwan Waning (guru SMA Xaverius 1 Palembang), dan Bendahara Ludovika (guru SMP Xaverius 3 Palembang).

Memperkokoh persaudaraan

Kiranya soal-soal USBN Pendidikan Agama Katolik yang kita susun bersama ini dapat membantu peserta didik, baik tingkat SMP maupun SMA/K di Sumatera Selatan, dapat memahami, menjawab dengan baik dan benar, harap Suparmono.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here