Niatnya Panen Rambutan untuk Keuskupan Ketapang, Romo Udiono Pr Jatuh dari Pohon (1)

0
699 views
Romo Udiono Pr, imam diosesan Keuskupan Ketapang yang mengalami kecelakaan: jatuh dari pohon rambutan setinggi 4-5 meter tanggal 28 Desember 2018 lalu. (Ist)

ROMO Udiono Pr adalah imam diosesan dari Keuskupan Ketapang, Provinsi Kalbar.

Romo Udiono Pr yang biasa dipanggil akrab dengan nama Romo Udi tengah pada tanggal 28 Desember 2018 pergi ke Sei Melayu, sekitar 1,5 jam perjalanan dari Kota Ketapang.

Jatuh dari ketinggian 4-5 meter

Pada hari Jumat tanggal 28 Desember 2018 lalu, Romo Udiono mengalami kecelakaan tunggal yakni jatuh dari pohon rambutan.

“Kurang lebih dengan ketinggian 4-5 meter dari permukaan tanah,” ungkap Romo Boni Pr, juga imam diosesan Keuskupan Ketapang, menjawab Sesawi.Net.

Berikut ini keterangan resmi Keuskupan Ketapang perihal insiden jatuhnya Romo Udiono Pr dari pohon rambutan sebagaimana dirilis oleh Vikjen Keuskupan Ketapang Romo Laurensius Sutadi Pr.

Kronologi kecelakaan Romo Udiono dan Penanganannya

Sehubungan dengan peristiwa kecelakaan yang telah menimpa Romo Udiono Pr, pihak Keuskupan Ketapang ingin menyampaikan hal-hal berikut ini sebagaimana diteruskan oleh Romo Simon Yogatama Pr — Sekretaris Uskup Keuskupan Ketapang kepada Sesawi.Net, Jumat (11/1/19) malam ini

  1. Pada hari Jumat, 28 Desember 2018 Romo Udi memanjat pohon rambutan di kebun Sei Melayu. Ia bermaksud ingin membawa oleh-oleh berupa rambutan hasil panenan itu  untuk semua imam dan karyawan yang tinggal di Wisma Keuskupan. Tetapi, ia terjatuh dari pohon, karena menginjak dahan kering.
  2. Menurut pengakuannya ia jatuh terduduk dan kemudian telentang.
  3. Ia ditolong oleh orang yang kebetulan lewat dan sepasang suami isteri yang tinggal di kebun itu. Ia dibawa oleh mereka ke rumah penjaga kebun dan kemudian dibawa dengan mobil ke Puskesmas Sei Melayu.
  4. Setelah memeriksa Romo Udi, dokter puskesmas membuat rujukan ke rumah sakit di ketapang. Dengan mobil ambulans Perindo, ia dibawa ke Ketapang. Ia tidak dapat duduk. Hanya berbaring di mobil. Tiba di Ketapang sekitar pkl. 14.30.
  5. Oleh para dokter di RS Fatima ia diperiksa. Ia mengalami cidera pada punggung. Kemudian dirujuk ke RS Antonius Pontianak. Maka, ia dibawa ke Pontianak lewat jalan darat. Berangkat sekitar pkl. 17.30. Ia diantar oleh Sr. Yulia, Romo Boni dan seorang perawat.
  6. Adik Romo Udi dan saudara-saudara yang lain berangkat juga ke Pontianak dengan mobil yang lain. Mereka tiba di Pontianak Sabtu, 29 Desember 2018 sekitar pukul 06.00.
  7. Romo Udi segera ditangani secara intensif oleh dokter spesialis ortopedi/tulang, spesialis syaraf, spesialis jantung dan dokter lainnya. Yang mengepalai tim dokter ini adalah dr Gede. Ia adalah dokter spesialis tulang.
  8. Terhadap Romo Udi kemudian dilakukan foto MRI. Selanjutnya para dokter melakukan tindakan yakni memulihkan keadaan umum fisiknya. Tensinya yang rendah sekarang sudah normal. Transfusi darah yang diterimanya telah menormalkan HB.
  9. Sekarang yang sedang ditangani secara intensif adalah cidera pada punggung, tepatnya pada thorakal

Kita mengharapkan yang terbaik bisa  terjadi pada Romo Udiono.

Oleh karena itu, kami memohon pada umat untuk berdoa kepada Allah Bapa yang penuh belas kasih bagi kesembuhan Romo Udi.

Pontianak, 31 Desember 2018

Pastor Laurensius Sutadi Pr –  Vikjen Keuskupan Ketapang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here