Pahoman, Lampung: Meretas Sinergi Komisi HAAK dan Komisi Kerawam Keuskupan Tanjungkarang

0
187 views
Para peserta pertemuan.

ACARA temu lintas komisi dan bidang ini bertema “Memperkuat Sinergi yang Terintegrasi Komisi HAAK-Kerawam dengan Mitra Kerja dalam Komisi-komisi”.

Tujuannaya agar setiap komisi-bidang bisa bekerjasama, bersinergi yang terintegrasi serta berjejaring antar komisi-bidang semua organ Keuskupan Tanjungkarang. Juga untuk membentuk rasul-rasul awam berkarakter, memberi pelayanan tulus dan sukacita sebagai  kesaksian hidup.

Tak terpisahkan

Ketua Komisi HAAK dan Kerawam Keuskupan Tanjungkarang Romo Philipus Suroyo mengatakan, komisinya merupakan bagian tak terpisahkan dengan komisi-bidang lain di Keuskupan Tanjungkarang.

Setiap komisi-bidang itu tentu memiliki ciri dan bentuk yang khas dalam pelayanannya yang memberi warna dan kontribusi besar untuk Gereja dan masyarakat. 

Melihat itu, Romo Roy, begitu sapaan akrabnya, sudah lama memiliki mimpi agar pelayanan di keuskupan ini semakin efektif dan berdaya guna bagi semua orang yang dilayani.

Para perserta mendengarkan paparan Romo Roy (bawah) dan partisipasi peserta (atas)

“Sudah lama kami mempunyai mimpi untuk dapat duduk, ngobrol, makan, ngopi bersama bahkan refreshing bersama sebagai rekan yang terlibat aktif,” ungkapnya. 

Acara duduk bersama ini merupakan momentum baik untuk mulai saling berbenah  diri, lalu melangkah bersama untuk lebih memajukan Gereja, masyarakat, dan negara.   

Visi Keuskupan Tanjungkarang 

Menurut Romo Roy, keberadaan dan kehadiran setiap komisi memiliki tugas dan tanggungjawab membantu Uskup melaksanakan tugas pastoralnya. Terutama dalam merealisasikan visi dasar Keuskupan Tanjungkarang yang telah dibuat bersama.

Paparan dari Vikjen Keuskupan Tanjungkarang Romo Yohanes Samiran SCJ (atas) dan diskusi dengan narsum (bawah)

Visi Keuskupan Tanjungkarang 2018-2027 berisi tema berikut ini:

  • Gereja Katolik Keuskupan Tanjungkarang menjadi terang dan garam dunia bersama Kristus Sang Jalan, Kebenaran dan Kehidupan,.
  • Gereja Katolik Keuskupan Tanjungkarang harus menjadi Sakramen Keselamatan bagi semua orang.

“Visi Keuskupan ini menjadi dasar dan berpijak dalam gerak pastoral setiap komisi-bidang untuk bisa saling bersinergi dan berjejaring,” tegas Rm. Roy. 

Para peserta aktif bicara.

Dialog lintas komisi dan bidang juga menghadirkan empat narasumber lain yakni:

  • Vikjen Keuskupan Tanjungkarang Romo Yohanes Samiran SCJ memaparkan Visi Dasar Pastoral Keuskupan Tanjungkarang,
  • Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Drs. Matheus Yarkoni .
  • Pakar IT dari Kota Metro Elda Tambara.

Supaya pelayanan itu sungguh tulus dan hati tetap bersukacita , demikian Romo Roy,  materi mengenai Spiritualitas Pelayan juga dipaparkan.

Para peserta dari kalangan religius dan narsum dari pemerintah kantor wilayah kemenag lokal di Tanjungkarang.

Rencana ke depan

Di akhir sesi terjadi dialog yang dipimpin oleh Romo Roy.

Ada rencana dua program ke depan, yakni workshop untuk orang muda dalam menghadapi industri 4.0 dan edukasi pendidikan politik.

Acara ini dihadiri 50 orang peserta. Mereka adalah para ketua Komisi Keuskupan Tanjungkarang, sejumlah komunitas biara (FSGM, HK, CB, Alma), awak media, dan sejumlah kelompok kategorial,.

Di antaranya Pemuda Katolik, Karismatik, WKRI, Legio Mariae, Kerahiman Ilahi, KTM, Tim Advokasi, dan FMKI Lampung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here