Pelita Hati: 19.08.2019 – Totalitas Hati dan Lepas Bebas

0
480 views

Matius 19:16-22

Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. (Mat 19:16.21-22)

Sahabat pelita hati,

HARI ini kita belajar tentang pentingnya totalitas hati dan kehendak budi. Apa yang menjadi kehendak harus mewujud dalam tindakan nyata. Dengan kata lain, keinginan hati harus mewujud dalam sikap nyatanhidup sehari-hari.

Sahabat terkasih,

Kisah diawali dengan perjumpaan antara Yesus dan seorang pemuda yang kaya yang sungguh menarik hati walau berakhir dengan menyisakan kecewa. Pemuda yang semula sangat semangat bertanya kepada Yesus tentang hal-hal yang harus dipenuhi untuk memperoleh hidup yang kekal itu akhirnya kecewa ketika harus menjual seluruh hartanya. Ternyata kehendak untuk mengikuti Yesus secara total hanya berhenti dalam ungkapan dan keinginan belaka, tak sampai pada perwujudan nyata. Ada ruang dan jarak antara kehendak dan cara bertindak.

Sahabat terkasih,

Tuhan menuntut pemuda kaya agar berani mewujudnyatakan kehendak baiknya dalam sikap dan tindakan nyata namun tak bisa memenuhinya. Ia tak rela melepaskan hartanya yang amat banyak. Ia tidak mau lepas bebas. Iman tidak cukup diungkapkan tetapi harus diwujudkan. Iman bukan berhenti dalam doa dan pujian tetapi harus menyata dalam kehidupan. Memberi perhatian kepada sesama yang mendertia dan berani membela bagi yang mengalami ketidakadilan dan teraniaya. Singkat cerita seorang beriman yang sejati berarti peduli terhadap sesama terutama yang menderita, tak mementingkan ego-diri yang hanya berpikir untuk kepentingan dan kesenangan diri. Harus loyal, total dan  lepas bebas.

Menghijau indah sawah dan hutan,
karunia ciptaan Tuhan.
Jika iman tanpa perbuatan,
pada hakekatnya adalah kesia-siaan.

Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here