Pelita Hati: 21.09.2019 – Kenakanlah Belas Kasihan bukan Persembahan

0
489 views

Bacaan Matius 9:9-13

Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (Mat.9:11-13)

Sahabat pelita hati,

HUKUM Farisi itu memagari orang untuk berelasi dengan orang-orang yang mereka anggap pendosa, mereka harus dikucilkan. Hal ini bertolakbelakang dengan Tuhan yang selalu mengedepankan belas kasih dan memberi harapan bagi orang yang mengalami keterpurukan. Dengan kata lain, Yesus tidak mendidik murid-murid-Nya mengusahakan kesucian dengan menjauhkan diri dari mereka yang dinilai hina, tetapi justru merangkul dan mengangkatnya agar terjadi pertobatan. Bukan berarti kita harus mengikuti arus mereka, justru kita harus berani memberi pencerahan hati  melalui kesaksian hidup kita yang nyata. Jika kita mampu membawa satu orang saja kepada pertobatan, akan terjadi sukacita  di surga sama seperti seorang gembala yang menemukan satu ekor domba yang hilang dan tersesat. Inilah tanggungjawab yang harus diemban oleh murid-murid Tuhan.

Sahabat terkasih,

Panggilan Yesus kepada Matius memperlihatkan sikap Yesus yang berani melawan arus kewajaran. Ia berani memilih Matius yang adalah pemungut cukai. Namun pilihan ini untuk sebuah tujuan yang mulia yaitu pertobatan demi keselamatan. Nyatanya Matius menanggapi dan menjawab panggilan itu dan ia dapat mempertanggungjawabkan kesanggupannya. Bahkan Matius akhirnya menjadi salah satu penulis Injil yang karyanya menjadi ajaran keutamaan bagi umat beriman. Apa pesan keutamaan dari pelita sabda hari ini? 

Pertama, hendaknya kita dapat mengembangkan sikap belas kasih kepada sesama, terutama kepada mereka yang jatuh dalam dosa dan berkehendak untuk bertobat.

Kedua, semoga kita bisa meneladani Matius yang dapat mempertanggungjawabkan komitmennya sebagai murid Yesus yang setia dan menghasilkan buah kebaikan. Semoga demikian.

Pergi ke pasar membeli buah,
buah naga buah pilihan.
Sebagai orang-orang pilihan Allah,
kenakanlah selalu belaskasihan.

Taman Doa Maria “Ratuning Katentreman dan Karaharjan”, Gantang
Berkah Dalem, rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here