Pelita Hati: 24.09.2019 – Mendengarkan dan Melaksanakan Firman

0
430 views

Bacaan Lukas 8:19-21

Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Orang memberitahukan kepada-Nya: “Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.” Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”

Sahabat pelita hati,

JAWABAN  dan tanggapan Yesus tentang ibu dan saudara-saudari-Nya seakan mengingkari kenyataan dan menusuk hati serta perasaan seorang perempuan yang telah melahirkan-Nya.  seakan tak manusiawi, berkesan tak ada hormat sedikitpun kepada Maria, ibu yang melahirkan-Nya. Yesus seakan melupakan asal usul dan sejarah hidup-Nya dengan mengingkari Maria sebagai ibu-Nya yang nota bene berasal dari keluarga sederhana. Apakah memang demikian? Tentu saja tidak. Lalu kita mesti memahami dan memaknai pelita sabda ini?

Sahabat terkasih,

Sejatinya Yesus sedang menghormati dan memuliakan Maria ibunda-Nya, walau tidak seperti yang lazim dilakukan oleh kebanyakan orang. Mereka menghargai Maria atas dasar hubungan darah alias karena Maria yang melahirkan Yesus dari rahimnya. Yesus ingin membuka mata para murid dan khalayak bahwa Maria harus dihormati bukan semata-mata karena memiliki relasi hubungan darah tetapi karena Maria merupakan pribadi yang tekun mendengarkan firman Allah dan setia melakukannya. Inilah yang menjadi alasan nyata mengapa bunda Maria harus dihormari dan dimuliakan. Demikian juga, orang yang pantas disebut sebagai saudara dan saudari Yesus adalah mereka yang tekun mendengarkan sabda-Nya dan setia melaksanakan sabda. 

Sahabat terkasih,

Pertanyaan untuk kita: apakah kita juga telah menghayati hidup sebagai pendengar dan pelaksana sabda dengan setia? Atau kita lebih sering mengabaikannya? Baptis yang kita terima tidaklah cukup, harus diikuti dengan pelaksanaan sabda yakni melakukan kebaikan sebagaiman diamanatkan oleh firman kudus-Nya. Maka marilah kita dengan tekun mendengarkan sabda kudus-Nya dan dengan setia pula melaksanakannya dalam hidup sehari-hari. Jika demikian makan kita menjadi pantas dan layak disebut saudara dan saudari Tuhan 

Sandar kapal di pelabuhan,
berebut turun para penumpangnya.
Berbahagia yang mendengarkan sabda Tuhan.
dan dengan tekun melaksanakannya.

Taman Doa Maria “Ratuning Katentreman lan Karaharjan” Gantang,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here