Pelita Hati: 26.08.2019 – Agar Tak Menjadi Celaka

0
741 views

Bacaan Matius 23:13-22

Celakalah  kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat. (Mat.23:13-14)

Sahabat pelita.hati,

PESAN utama dari pelita sabda hari ini adalah tentang kerendahan hati yang menjadi arus utama para pengikut Yesus yang sejati. Hal ini bertolak belakang dengan sikap yang diambil olah para ahli Taurat dan kaum Farisi yang suka mencari panggung kehormatan atau lebih tepat dikatakan gila hormat. Para ahli Taurat dan orang Farisi dikenal sebagai pewaris hukum Musa atau lebih tepatnya hukum Taurat. Bahwa mereka mempelajari dan memahami secara detail tentang seluk beluk hukum Taurat itu harus diakui. Bahwa mereka telah berusaha dengan keras dan ketat melaksanakan hukum Taurat juga harus kita apresiasi. Kekurangannya (menurut Yesus) adalah mereka pandai dan pintar mengajarkan isi hukum Taurat tetapi perwujudan hidupnya jauh dari yang diajarkan. Mereka mengajarkan tetapi tak melaksanakan. Mereka pandai menasehati tetapi tak pernah menjalani. Karenanya Tuhan berpesan turutilah ajarannya tapi jangan perbuatannya. 

Sahabat terkasih,  

Tuhan  juga mengingatkan para murid  tentang makna dari kerendahan hati, yakni siap menempatkan diri sebagai pelayan dan siap untuk tak dihormati bahkan diabaikan. Inti pokok dari kerendahan hati adalah siap menjadi pelayan dan pengabdi. Orang-orang semacam ini lah yang berkenan di hati Tuhan. Sebagai jaminannya Tuhan akan mengangkat tinggi-tinggi yang direndahkan dan menjadikan besar yang dikecilkan. Marilah menjadi pribadi rendah hati yang siap mengabdi. 

Jika bertemu dengan sang Mantan,
anggap saja sebagai teman.
Satukan kata dan perbuatan,
itulah tanda orang sungguh beriman.

Banyutemumpang, Sawangan, Magelang.
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here