Pelita Hati: 31.01.2019 – Menjadi Pelita yang Bercahaya

0
706 views

Bacaan Markus 4:21-25

Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” Lalu Ia berkata lagi: “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”

Sahabat pelita hati,

AYAT demi ayat dalam pelita sabda hari ini sarat dengan pesan-pesan keutamaan. Namun kita akan memberi perhatian pada dua ayat pembuka dan penutup, yakni pertama, pelita harus tetap bersinar dan ada di tempat yang benar. Kedua, kita akan semakin diberi kepercayaan lebih besar jika kita memiliki tanggungjawab yang benar.

Sahabat terkasih,

Ibarat pelita, dengan baptis kita adalah pelita bernyala. Tuhan telah menyalakan hati kita dengan cinta kasih. Karenanya kasih itu harus ada di tempat terdepan dan harus diarahkan kepada sesama. Jika kita pelit atau bahkan menyembunyikan kasih dan kebaikan kepada sesama ibarat pelita yang dletakkan di bawah gantang atau di kolong tempat tidur sehingga tidak bermanfaat sebagaimana mestinya. Inilah tipe orang yang hidup untuk dirinya sendiri. Hidup yang tidak bermakna dan berdaya guna bagi sesama.

Sahabat terkasih,

Jika kita banyak berbuat kasih dan kebaikan kepada sesama apakah kita akan berkekurangan? Sama sekali tidak. Justru semakin kita memberi perhatian kepada sesama dengan kebaikan dan kasih, hidup kita akan semakin berlimpah kasih dan kebaikan juga. Dengan kata lain, jika talenta yang kita terima dari Tuhan itu kita persembahkan bagi sesama, maka kepada kita akan ditambahkan lebih banyak lagi. Tuhan akan mencurahkan lebih banyak lagi berkat, yang kemudian dapat diteruskan kepada orang lain lebih banyak lagi. Karenanya, jangan pernah menyalahgunakan berkat dan kebaikan dari Tuhan. Apakah hidup kita sungguh telah bermakna bagi sesama? Apakah anugerah Tuhan yang  kita terima  juga kita salurkan demi kebaikan sesama? Jika sudah, lanjutkan. Jika belum maksimal, mari kita tingkatkan lagi agar kebaikan kita dapat dirasakan oleh makin banyak orang. Tetaplah menjadi pelita yang bernyala dan bercahaya  bagi sesama.

Mata lentik berkaca-kaca,
menerawang jauh tiada kata.
Awali hari dengan membaca,
sabda-Nya penuh kasih dan cinta.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here