Pemilu 2019 di Napoli, Italia: Plong Rasanya, Para Suster Bisa Nyoblos

0
955 views
Coblosan di Napoli bersama IRRIKA Napoli, Italia (Valentinus R. Lesak)


HARI Sabtu, 13 April 2019. Udara pagi di musim semi (primevera) terasa begitu sejuk. Mendung menyelimuti sebagian wilayah kota Napoli. Suhu udara pagi hanya berkisar pada 11 derajat Celcius. Dinginnya amat terasa.

Di tengah kondisi hawa super sejuk ini, maka berkumpul ratusan suster dan pastor anggota Ikatan Rohaniwan-rohaniwati Indonesia yang berdomisili di Napoli (selanjutnya akan disebut IRRIKA Napoli).

Mereka sedang mengikuti kegiatan coblosan dalam rangka Pemilu 2019.

Kegitan ini berlangsung di TPS 02 Napoli, tepatnya di Volto Santo-Via Ponti Rossi, No. 54, Napoli, Italia.

Dinnginnya Napoli tak menyurutkan para suster ikut beramai-ramai menggunakan hak politiknya untuk nyoblos.

Antusiasme tinggi

Meskipun cuaca kurang begitu bersahabat, namun antusiasme segenap anggota IRRIKA Napoli menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 sangatlah mengagumkan. Hal ini mendapat perhatian khusus dari Wakil Duta Besar RI untuk Tahhta Suci Vatikan: Bapak Arvinanto Soeriaatmadja.

Dalam wawancara singkat, ia mengatakan demikian.

“Saya ingin memberi apresiasi tulus kepada seluruh anggota IRRIKA Napoli atas partisipasi aktif dalam kegiatan pemilu ini. Pencoblosan di TPS 02 Napoli dibuka pkl. 08.00 pagi. Saya menyaksikan bahwa sebelum jam tersebut, sudah ada begitu banyak suster yang hadir dari berbagai komunitas. Dan jumlah tersebut makin bertambah,” ungkapnya.

Partisipasi aktif dari kaum religius Indonesia yang nyoblos di Napoli, Italia dan mendapat perhatian Wakil Dubes RI untuk Tahta Suci Vatikan.

“Hati ini begitu bahagia ketika melihat situasi ini. Oleh karena itu, mewakili seluruh staf pengurus KBRI Vatikan dan atas nama pribadi, saya mengucapkan terimakasih kepada Anda semua: para Suster, Frater, dan Pastor atas keterlibatannya dalam pelaksaan pemilu kali ini. Semoga kebersamaan ini terus kita pupuk dalam setiap kegiatan yang hendak kita jalani secara bersama-sama. Bahkan sebelumnya ada kekhawatiran dari para suster, jika mereka tidak ikut mencoblos pada hari pemilu,” tambahnya.

Sebelumnya, Bapak Wakil Dubes juga menjelaskan bahwa sejak Maret 2018 Panitia Pendataan Luar Negeri (Pantarli) untuk Vatikan mulai mendata semua biarawan-biarawati Indonesia yang berada di seluruh wilayah Italia.

Berkat adanya kolaborasi yang baik, maka pada Desember 2018 semua data sudah terampung.

Plong rasanya para suster dan pastor asal Indonesia di Napoli dan kota-kota sekitarnya di wilayah Itallia selatan akhirnya bisa ikut nyoblos. Ini tanda partisipasi aktif dalam gerak bersama ikut menentukan masa depan bangsa dan negara Indonesia.

Tiga prosedur

Penting untuk diketahui bahwa ada tiga metode (cara) pencoblosan yang diterapkan oleh PPLN Perwakilan RI Vatikan.

  1. Pertama melalui Tempat Pemungutan Suara (TPS).
  2. Kedua melalui Pos. Metode ini dikhususkan bagi anggota IRRIKA yang berada jauh dari kota Roma, misalnya berada di Sardegna, Kalabria, Milan, dan Sisilia.  
  3. Ketiga, metode Kotak Suara Keliling (KSK) yang dikhususkan bagi anggota IRRIKA yang sedang mengalami sakit serius dan besar kemungkinan tidak bisa mengikuti pemilu pada hari yang ditentukan.

Dalam praktiknya, metode ketiga ini tidak dijalani. Itu karena sejak pendataan hingga menjelang hari pemilu, tidak ada laporan mengenai adanya anggota IRRIKA yang sakit.

Terlibat aktif dan bertanggungjawab

Tingginya partisipasi anggota IRRIKA Napoli pada khususnya menjadi suatu indikasi yang positif.

Artinya, di dalam diri mereka ada kesadaran yang murni untuk turut membangun dan mendukung terciptanya suatu pemerintahan yang adil dan bijaksana. Sebagaimana kita ketahui, pemilu merupakan mekanisme politik untuk melaksanakan kedaulatan rakyat.

Melalui pemilu, rakyat secara penuh menggunakan hak pilihnya. Ia pun secara bebas dan bertanggung jawab menentukan pemimpin yang menurut keyakinannya bisa membangun bangsa Indonesia ke arah yang semakin lebih baik;terutama pemimpin yang mampu menjamin kesejahteraan rakyatnya.

Lebih jauh dari itu, kesadaran untuk berpartisipasi dalam pemilu serentak mau menegaskan eksistensi diri sebagai sebagai makhluk berpolitik atau dalam istilahnya Aristoteles disebut zoon politicon (makhluk yang bermasyarakat, ber-polis).

Romo Anicetus Bali, selaku Ketua KPPSLN TPS 02 Napoli, menjelaskan bahwa untuk IRRIKA Napoli tersedia 350 surat suara.

Dari jumlah yang ada, yang tersisa hanya 13 lembar surat suara.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Sr. Gabriela Paji PACR, anggota PPLN Vatikan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hingga waktu pencoblosan berakhir, mereka belum mengetahui alasan ketidakhadiran 13 orang di atas.

Harapan yang sama

Sebelumnya sempat cemas tak bisa ikut nyoblos dalam pemilu 2019, tetapi hati akhirnya plong telah bisa mempraktikkan hak politiknya sebagai WNI di LN untuk memilih.

Bukan sesuatu yang berlebihan, jika dikatakan hal ini. Yakni, bahwa setiap peserta pemilih, datang dan membawa satu harapan yang sama. Mereka selalu rindu akan terpilihnya pemimpin yang rela mengabdikan diri bagi kepentingan bersama demi terciptanya masyarakat yang makmur dan sejahtera.

Dalam hal ini, mungkin benar apa yang dikatakan oleh Aristoteles bahwa “harapan adalah mimpi dari seorang yang terjaga”.

Romo Ferdinandus Supandri SX, misalnya, secara lugas menyampaikan kerinduan hatinya tersebut.

“Saya datang dari Salerno, wilayah bagian Selatan Italia. Pemilu adalah kesempatan yang amat berharga dan tidak boleh diabaikan begitu saja. Lewat pesta demokrasi ini –sembari menyitir ungkapan Romo Franz Magnis–Suseno SJ–: ‘Kita bukan memilih yang terbaik, melainkan mencegah yang terburuk berkuasa’,” demikian ungkapnya.

Tentu selalu ada harapan. Yakni, pemimpin nasional yang nanti terpilih akan menjalankan roda pemerintahannya dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila; juga menghargai pluralitas yang ada di Indonesia dan memiliki pandangan holistik. Yakni bisa memahami segala fenomena yang akan terjadi dalam kehidupan berbangsa secara utuh dan menyeluruh (tidak parsialistik).

Pada kesempatan yang sama, Sr. Maria Fatima Kewa DST dan Sr. Fulgeria Mekeng SCSC mencurahkan isi hati mereka. Selalu dengan substansi yang sama dan itu muncul dari hati yang paling dalam. Mereka berdua berharap agar masyarakat Indonesia mampu menentukan pilihannya sesuai dengan hati nuraninya.

Tidak hanya itu, dalam momen yang spesial ini, mereka mengalami suasana yang begitu indah.

Sekali pun berbeda dalam pilihan, tapi persaudaraannya tetap dijunjung tinggi, kebersamaannya begitu mesrah dan benar-benar bernaung dalam nuansa Bhinneka Tunggal Ika.

Pelaksanaan pencoblosan di TPS 02 Napoli berlangsung dengan aman dan penuh sukacita. Sekalipun jauh dari Tanahair, tetapi jiwa nasionalis selalu dijunjung tinggi.

Ke-Indonesia-annya begitu kental.

Pada prinsipnya, masyarakat Indonesia diaspora (yang berada di Italia khususnya) selalu mendukung segala bentuk program pemerintah yang memiliki teleos pada kesejahteraan rakyat dan bonum commune.

Salam hangat dan penuh hormat dari segenap anggota IRRIKA (Napoli dan Roma), dan segenap staf KBRI Vatikan dan seluruh masyarakat Indonesia yang berada di Italia untuk semua sahabat karib dan kenalan yang berada di Indonesia.

  • Kredit foto: Valentinus Robi Lesak & Romo Anicetus Bali.
  • Editor: Mathias Hariyadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here