Penderitaan dan Salib Kristus Menurut Santo Petrus Canisius (2)

0
169 views

DALAM bidang Kitab Suci, St. Petrus Canisius memiliki tiga karya terpisah dalam bentuk eksegese:

  • Pertama, penjelaskan sederhana mengikuti tahun liturgi;
  • Kedua, menafsirkan Mazmur 51 (“Miserere”) dan
  • Ketiga, catatan tentang pembacaan Injil yang berguna bagi para pengkhotbah.  Pedro Canisio, Autobiografía y Otros Escritos, 19)

Dari beberapa keterangan di atas bermanfaat menilik jejak formatif St. Petrus Canisius sehingga kita mengerti bagaimana serta mengapa sosok ini bisa demikian berjasa bagi Gereja Katolik pada zamannya.

St. Petrus Canisius menjalani  studi sungguh-sungguh dan mendalam Kitab Suci. Ia mendalami tulisan-tulisan dari tradisi Patristik.

Jadi, selain kita kenal sebagai man of God, man of the Church, St. Petrus Canisius adalah learned priest.

Pemahamannya tentang Kitab Suci telah menjadikan dirinya dalam berkotbah dijauhkan dari godaan mewartakan diri sendiri.

Dari sinilah St. Petrus Canisius digambarkan sebagai rasul melalui pena (apóstol de la pluma – rasul pena) dan rasul melalui kata-kata dalam pewartaan (apóstol de la palabra – rasul kata-kata). (Pedro Canisio, Autobiografía y Otros Escritos 18)

Memang, meskipun demikian St. Petrus Canisius tidak dikenal sebagai seorang teolog dengan kekuatan spekulatif seperti Alonso Salmeron dan Diego Lainez yang ambil bagian dalam Konsili Trente.

Ia juga bukan seperti Robertus Belarminus dengan kekuatan historis kritis dalam berteologi.

Di sisi lain, kita kenal Petrus Canisius adalah seorang pribadi yang sederhana dalam arti bersungguh-sungguh dalam panggilan dan perutusan dengan mengoptimalkan kemampuannya.

Dengan akal budi dan hatinya, hal itu  telah menjadikan St. Petrus Canisius memiliki kemampuan untuk menangkap serta merasakan tantangan dan kebutuhan situasi zamannya sehingga bisa efektif memajukan hidup rohani umat di tengah-tengah tantangan dan kesulitannya. (Pedro Canisio, Autobiografía y Otros Escritos, 26.)

Kemampuan ini makin bermanfaat oleh karena kotbah-kotbah dan katekesenya yang memperlihatkan bahwa dirinya konsisten menekankan isi rohani dan rasuli. (Berlanjut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here