Puncta 14.09.19 Pesta Salib Suci: Kontroversi Salib

0
232 views
Umat Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa, saat prosesi penyembahan Salib pada Jumat Agung. 19 April 2019. (Komsos/Purwo).

TIDAK hanya zaman sekarang, tetapi sudah sejak dahulu, berita tentang salib sudah menjadi kontroversi.

Ada banyak orang membicarakan salib. Ada yang mentertawakan. Ada yang mencemooh. Ada yang menghina dan mengejek.

Tetapi tidak sedikit yang percaya bahwa salib adalah jalan keselamatan. Pengalaman Paulus membuka mata kita bahwa dia yang dahulu membenci Kristus yang tersalib, kemudian berubah seratus delapan puluh derajat menjadi pengikutNya.

Bahkan dia bernazar, “Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”

Di Korintus. Paulus berpolemik dengan orang Yahudi dan Yunani tentang salib yang kontroversial.

“Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.”

Hari ini adalah pesta penemuan salib suci.

Pada abad ke empat St. Helena pergi ke Yerusalem untuk menemukan salib Tuhan Yesus. Oleh Romawi, tiga kayu salib dibuang di sebuah sumur untuk disembunyikan dari orang Kristen.

Untuk menentukan mana salib Kristus, Helena membawa seorang perempuan yang sakit parah hampir mati. Ketika dia menyentuh salib Kristus, ia sembuh seketika. Salib itulah yang diyakini sebagai salib Kristus.

Dengan ditemukannya salib Kristus, St. Helena membangun gereja di Betlehem dan Bukit Golgota.

Kendati salib menjadi kontroversi dunia, namun bagi yang percaya, salib adalah keselamatan. Dengan salib Kristus, kita ditebus dan dimeteraikan sebagai anak-anak Allah. Pesta hari ini mau menjunjung setingginya karya keselamatan Allah bagi manusia.

Sebagaimana doa St. Fransiskus Asissi, “Kami memujiMu ya Kristus, sebab dengan salib suciMu, Engkau telah menebus dunia.”

Kita diyakinkan bahwa salib Kristuslah yang telah meyelamatkan kita.

Kita diundang kepada salib Tuhan kita supaya diselamatkan. Maka serahkanlah dirimu kepada Kristus dan peluklah salib sebagai jalan keselamatan.

Daripada percaya pada batu ajaib
Lebih baik kita tekun berdoa
Di dalam Kristus yang mati tersalib
Kasih Allah nampak nyata bagi kita

Cawas, suatu pagi yang cerah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here