Puncta 15.04.19 Yoh 12:1-11: Beda Persepsi

0
268 views
Berbeda tapi Bersama, Itu akan Jadi Indah by Romo Antonius Suhud SX

KETIKA kami turun dari Candi Gedongsongo, rombongan kami berhenti untuk beristirahat dengan duduk-duduk di jembatan kecil. Jalanan itu adalah jalur kuda yang naik-turun membawa penumpang yang tidak mampu berjalan kaki.

Sedang kami menghilangkan letih, tiba-tiba ada serombongan kuda lewat. Salah satu kuda itu berhenti persis di depan kami dan membuang kotoran.

Sambil mengumpat, “Kuda sialan, buang kotoran aja kok persis di sini” kami menghindar lari.

Bau kotoran itu menyengat, menyebar kemana-mana. Namun ada seorang bapak, nampaknya dia seorang petani di situ, lewat sambil berguman mengucap syukur, “Makasih Da, Kuda, kotoranmu bikin tanah di sini subur”.

Ia melempar kotoran kuda itu ke ladang di dekat situ.

Bagi kami orang kota, kotoran kuda itu bau dan menjijikkan. Tetapi bagi pak tani, kotoran kuda itu pupuk alami yang sangat berguna untuk menyuburkan tanah.

Beda cara pandangnya.

Bacaan Injil hari ini menggambarkan bagaimana satu peristiwa dilihat secara berbeda. Maria saudara Lazarus yang dibangkitkan oleh Yesus, meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu yang mahal.

Ia melakukan itu untuk menghormati Yesus dan berterimakasih kepadaNya karena telah membangkitkan saudaranya.

Namun bagi Yudas Iskariot, tindakan itu dinilai memboroskan dan menghambur-hamburkan uang saja. Minyak narwastu itu bisa dijual seharga tigaratus dinar! Upah pekerja sehari adalah satu dinar.

Minyak wangi itu setara gaji pekerja selama hampir setahun. Bagi Yudas, uang sebanyak itu bisa dibagikan kepada orang-orang miskin.

Namun kata-kata Yudas itu hanya kamuflase saja. Pikirannya bukan tertuju kepada orang miskin. Tetapi uang sebanyak itu bisa dikorupsi.

Keterangan di balik ungkapan itu harus kita baca: “Hal itu dikatakannya bukan karena ia memerhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya”.

Maria meminyaki kaki Yesus karena ia mengetahui saat kematian Yesus sudah dekat. Ia menunjukkan cinta baktinya kepada Tuhan.

Bagi Tuhan, kita tidak boleh perhitungan. Memberi kolekte saja kita pelit. Tetapi kalau membeli pulsa HP diprioritaskan.

Kita bisa belajar dari Maria yang murah hati karena Tuhan juga telah murah hati.

Pramuka harus pandai tali temali
Suatu saat berguna untuk menangkap pencuri
Memberi dengan murah hati
Akan dibalas dengan kasih yang tak pernah berhenti

Berkah Dalem,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here