Puncta 16.02.20 Minggu Biasa VI: Eka Prasetya Pancakarsa

0
260 views
Ilustrasi

Matius 5: 17-37

APAKAH masih ada yang ingat apa artinya Eka Prasetya Pancakarsa? Masih ingat apa singkatan P4? Pernah mengalami penataran P4?

Kita dulu punya Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Pancasila adalah dasar hidup berbangsa. Orang Israel punya Sepuluh Perintah Allah.

Pancasila adalah nilai moral Bangsa kita. Dengan adanya P4 itu dimaksudkan agar nilai-nilai luhur bangsa itu tertanam bagi seluruh lapisan masyarakat. Maka diadakan penataran, setengah indoktrinasi.

Tetapi dengan begitu semua orang tahu bagaimana menghayati nilai-nilai moral bangsa. Ketika reformasi, penataran P4 itu dihilangkan, kini kita semakin jauh dari nilai-nilai moral bangsa.

Jangan heran kalau ada pelajar tawuran, mahasiswa melakukan kekerasan, orang muda tidak hapal Pancasila, banyak orang tidak bisa menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, bahkan ada sekelompok orang tidak mau menghormati bendara Merah Putih.

Nilai-nilai luhur Pancasila itu perlu direvitalisasikan lagi, agar kita tidak kehilangan nilai moral kebangsaan.

Bangsa Israel mempunyai Sepuluh Perintah Allah sebagai pedoman hidup bangsa. Kesetiaan Israel sebagai bangsa dapat dilihat dari bagaimana mereka menghayati dan menghidupi Sepuluh Perintah Allah.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus seperti seorang penatar memberi penjelasan dan penekanan bagaimana Perintah Allah itu diwujudkan secara kongkret dalam hidup sehari-hari. Bahkan Yesus memberi tuntutan yang lebih keras lagi.

“Kamu pernah mendengar apa yang telah difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum, tetapi Aku berkata kepadamu, setiap orang yang marah kepada saudaranya harus dihukum.”

Yesus mengutip beberapa isi Perintah Allah. Misalnya, jangan berzina, Jangan bersumpah palsu. Perintah-perintah Allah itu adalah pedoman yang harus dihayati oleh umat Israel. Yesus menjelaskan bagaimana perintah Allah itu dipakai dalam hidup sehari-hari.

Sayang sekali setelah reformasi ini, kita tidak lagi menggali nilai-nilai luhur Pancasila. Seperti ditabukan, kalau kita menggali Pancasila seolah kita ingin menghidupkan kembali orde baru. Ini salah kaprah.

Bukan meniru Orde Baru, tetapi kita menyegarkan kembali nilai dasar berbangsa yang termaktub dalam Pancasila itu. Perlu ada revitalisasi nilai-nilai Pancasila ini. Dibutuhkan orang seperti Yesus yang mau menggali nilai luhur Perintah-perintah Allah.

Maukah kita menghidupkan nilai luhur bangsa kita?

Ada buaya di atas genting
Makan es krim tiada tersisa
Pancasila itu dasar yang sangat penting
Sebagai pedoman moral berbangsa.

Cawas, anggrek berbuah banyak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here