Puncta 17.07.19 Matius 11:25-27: Semar mBangun Kahyangan

0
433 views

Petruk diutus Semar ke Amarta untuk mengundang para Pandawa ke Karang Kadhempel, padepokan Semar. Para punggawa diminta merestui niat Semar membangun Kahyangan. Namun Kresna marah karena Semar hanyalah seorang abdi berani-beraninya membangun kahyangan. Petruk diusir oleh para Pandawa. Hanya Ontoseno yang mendukung Petruk. Ontoseno tahu maksud Semar baik. Para bijak, ksatria dan raja menuduh Semar mau “ngraman” atau memberontak para dewa di Kahyangan. Semar dituduh mau menyaingi para dewa. Mereka justru ingin melawan Semar dan memusnahkannya. Mereka tidak mengerti arti kahyangan yang dimaksud Semar. Kahyangan adalah tempat yang membahagiakan. Untuk sampai ke situ harus disiapkan dengan hati yang bersih dan suci. Begitulah orang bijak tidak tahu kebijaksanan hidup. Justru orang sederhana seperti Semar, rakyat jelata dan abdi yang paling rendah punya kebijaksanaan hidup. Ia ingin menyiapkan surga bagi para Pandawa.

Yesus berdoa, “Aku bersyukur kepadaMu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi! Sebab semuanya itu Kausembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Kaunyatakan kepada orang kecil.”

Banyak aneka peristiwa yang menunjukkan betapa orang-orang kecil, sederhana, miskin justru memiliki kebijaksanaan hidup yang lebih tinggi daripada mereka yang menyebut dirinya kaum intelektual, kaum rohaniwan, kaum pandai yang bergelar profesor doktor. Orang-orang sederhana itu hanya memburu kebijakan surgawi. Mereka tidak punya kepentingan atau maksud memburu hal-hal duniawi.

Kebijaksanaan orang-orang sederhana itulah yang berkenan kepada Bapa. Kesombongan seringkali menghalangi kita untuk mencari Kerajaan Allah. Orang sering hanya mengejar hal-hal yang lahiriah, sehingga nilai-nilai luhur malah tersembunyi tidak kelihatan.

Marilah mohon kepada Tuhan, agar kita diberi hati yang tulus sederhana agar dapat melihat kebijaksanaan Allah yang tersembunyi.

Makan rujak dengan buah mangga
Sambalnya pedas bikin sakit semua
Kebijaksanaan Allah tersembunyi di alam semesta
Kita membutuhkan hati yang suci dan terbuka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here