Puncta 25.03.19 HR Kabar Sukacita Luk 1:26-38: Mempercayakan Diri Kepada Allah

0
164 views
Ilustrasi (Ist)

KETIKA menerima berita perutusan, ada perasaan gembira dan semangat. Tetapi juga muncul perasaan takut, kawatir dan cemas. Apalagi kalau tempat perutusan baru itu terasa asing, jauh, sulit dan penuh tantangan.

Begitulah perasaan yang muncul sewaktu menerima berita perpindahan. Seorang imam harus siap ditugaskan dimanapun. Tetapi kadang muncul juga keragu-raguan memasuki daerah baru. Apalagi daerah itu sungguh asing dan sangat berbeda dengan kampung halaman sendiri.

Hari ini, Gereja merayakan kabar sukacita. Maria menerima kabar itu. Bagi kita yang tidak mengalaminya, bisa menyebut sebagai kabar yang menggembirakan. Tetapi bagi yang bersangkutan, kabar itu sesuatu yang sangat asing.

Dikatakan dalam Injil, Maria terkejut. “ia bertanya dalam hatinya, apakah arti salam itu”.

Maria tidak memahami apa yang didengarnya. Sesuatu yang sangat baru, asing. Menimbulkan pertanyaan dan ketakutan. Malaikat memahami perasaan Maria.

Dia berkata,” Jangan takut Maria”.

Walaupun malaikat memberi berita dan menjelaskannya, namun Maria masih belum bisa memahaminya.

“Bagaimana hal itu mungkin terjadi?”. Tidak masuk akal. Tak terpikirkan.

Maria tak mampu mencerna berita itu dalam alam pikirannya sebagai manusia. Malaikat meyakinkan lagi bahwa Roh Kudus akan turun atasnya.

Malaikat menunjukkan bukti, bagi Allah semuanya mungkin. Elisabet sanaknya diberitakan juga sedang mengandung pada bulan keenam.

Walaupun demikian, bagi Maria gadis desa yang masih sangat muda itu belum memahami sepenuhnya.

 Ia hanya pasrah kepada Allah, “Sesungguhnya aku ini hambat Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu itu”.

Kesediaan Maria itulah yang menjadi kabar sukacita. Tanpa Maria mengatakan YA, maka tidak mungkin Allah hadir menjadi manusia.

Kita patut bersyukur kepada Maria dan meneladaninya. Walau masa depan belum seratus persen jelas tetapi berani mempercayakan diri kepada Allah.

 Itulah yang dinamakan iman. Marilah kita memperteguh iman dengan meneladan sikap Maria.

Menggiring sapi menuju sawah

Sawah luas ditanami pala

Berani mempercayakan diri pada Allah

Semua akan baik-baik saja.

Berkah Dalem,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here