Puncta 26.01.20 HR Minggu Biasa III: Capernaum, The City of Jesus

0
381 views
Yesus dan para muridNya.

Matius 4:12-23

ADA sebutan-sebutan untuk kota atau daerah tertentu. Muntilan itu disebut Betlehem van Java. Karena dari Muntilan kemudian lahir benih-benih iman Katolik yang kemudian menyebar kemana-mana pada zaman Romo Van Lith.

Jogjakarta pernah disebut sebagai The City of Tolerance.

Tetapi kejadian beberapa waktu yang lalu seperti, orang Katolik tidak boleh dimakamkan di tempat umum, salib di makam dipotong, penganiayaan terhadap Romo Prier SJ yang sedang memimpin misa, orang Katolik tidak boleh tinggal di sebuah kampung dan diusir dari rumahnya, lalu baru saja terjadi pembina pramuka mengajarkan tepuk pramuka yang diskriminatif. Jogjakarta tidak lagi menyandang sebagai kota toleran.

Toleransinya sudah luntur.

Bandung disebut sebagai Paris van Java, karena keindahan dan asrinya kota itu ibaratnya Paris di Eropa. Walaupun banjir, kemacetan dan sampah menjadi masalah pelik di sana. Surabaya kini bisa disebut sebagai Venesia dari Timur.

Yesus berdiam di Kapernaum. Kota Kapernaum disebut sebagai The City of Jesus karena di sini Yesus hidup dan berkarya. Ia meninggalkan Nasaret karena orang-orang Nasaret tidak mau menerimaNya.

Di Kapernaum Yesus banyak mengajar dan melakukan mukjizat. Orang Kapernaum lebih terbuka pada pewartaan Kabar Gembira. Orang dari mana-mana datang ke Kapernaum untuk mendengan pengajaran Yesus dan mohon disembuhkan dari berbagai penyakit.

Yesus mengajarkan Injil kasih Allah. Sesuatu yang baru dan menarik daripada ahli-ahli kitab orang Yahudi. Pengajaran Yesus disertai dengan karya nyata yakni menyembuhkan orang sakit. Allah sungguh-sungguh hadir dan menyapa umatNya.

Akhirnya semakin banyak orang berbondong-bondong datang mengikuti Yesus. Oleh karena itu, Dia membutuhkan murid-murid yang bisa membantu mewartakan Injil. Maka dipanggilnya 12 orang menjadi kawan terdekatNya.

Simon dan Andreas, Yakobus dan Yohanes dipanggil untuk menemaniNya. Mereka diajak untuk menjala manusia. Mereka inilah murid-murid awal yang menjadi soko guru bagi gereja.

Bersama mereka, Yesus berkeliling ke seluruh Galilea, mewartakan Injil Kabar sukacita dan melenyapkan segala penyakit. Kabar Sukacita itu sungguh dapat dirasakan oleh banyak orang.

Kita yang sudah dibaptis juga dipanggil ikut melaksanakan tri tugas Kristus yakni menjadi nabi, imam dan raja. apakah kita sudah ikut ambil bagian di dalam tugas itu?

Mari kita terlibat menjadi murid-murid Yesus di zaman milenial ini.

Semangat berkobar di Tahun Baru Imlek
Nonton lampion merah di tengah kota
Jangan kita malas dan berhati lembek
Ikut Yesus mewartakan Kabar Sukacita

Cawas, sepak pojok dengan tendangan gunting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here