Sabtu,12 Januari 2019 Hari Biasa Sesudah Penampakan Yohanes 3:22-30

0
274 views
Yohanes Pembaptis.

“Dia Harus Makin Besar, tetapi aku harus makin kecil.

Setiap murid Tuhan, para pemimpin Gereja dan pewarta seharusnya terbakar oleh semangat dan sikap hidup Yohanes Pembaptis itu.

Dalam panggilan dan pelayanan, seringkali kita mencari muka dan mencuri hati agar kita dikenal dan dikenang. Akibatnya, beberapa pribadi akan menerima tawaran tugas pelayanan jika melalui hal itu mereka memperoleh kehormatan atau megalami peningkatan harga diri.

Kita mengaku sebagai pelayan Kristus, tetapi jika status dan usaha kita dicecar dengan kritik atau dengan kata lain kita direndahkan, hati kita hancur dan kita mempunyai keinginan untuk mundur.

Kita mengaku sebagai pelayan dan pewarta Kristus, tetapi ketika kita melihat ada usaha untuk mempromosikan seseorang yang kapasitasnya pantas untuk mendampingi kita dan bahkan pada saatnya mengganti posisi kita,  hati kita menjerit pahit dan kita tidak lagi komit.

Pada saat situasi meminta kerendahan hati kita, semoga kita lulus ujian seperti yang dialami dan dilewati Yohanes Pembaptis dalam Injil hari ini.

Setiap hari kita diajak untuk melihat ke dalam hati kita motivasi panggilan dan pelayanan kita: apakah pelayanan yang kita lakukan masih berpusat pada diri sendiri?

Atau apakah pelayanan kita sungguh menjadi jendela menuju hati Kristus di dunia, sehingga Ia semakin besar? Semakin kita rendah hati, semakin kita membiarkan Yesus bertambah besar.

 

Semakin kita ingin agar Yesus bertambah besar, kita semakin termotivasi untuk bekerjasama dan bahkan memberi tempat istimewa pada sesama pelayan dan pewarta untuk ikut terlibat di dalamnya.

Bukan sebaliknya, kita merasa hancur karena muncul saingan atau membangun benteng rencana agar orang lain dikecilkan perannya.

Cinta untuk Kristus Mematahkan Cengkeraman Cinta Diri 

Mematahkan cengkeraman cinta-diri adalah pekerjaan yang sangat positif. Kita bisa melepaskan cengkeraman cinta diri (yang rendah) hanya jika kita berani mengarahkan diri untuk cinta yang lebih besar.

Setiap hari hati Yohanes Pembaptis dibangun atas aspirasi dan cintanya pada Mesias yang akan datang. Semua tindakan pelayanan dan cita-cita rohaninya berpusat pada Kristus.

 

Keheningan dan kesendiriannya di padang pasir memungkinkan cinta ini bertumbuh tanpa gangguan karena dibawa dalam doa dan kontemplasi.

Yohanes Pembaptis menegaskan bahwa semua yang telah diterimanya, ia terima dari surga — dari kehidupan Ilahi yang diberikan sebagai anugerah melalui doa dan kontemplasi.

Cinta untuk Kristus bukanlah usaha semalam, tetapi merupakan karya doa bertahun-tahun. Cinta untuk Kristus adalah proses dan buah penaklukan diri. Cinta untuk Kristus lahir karena ia setia pada pertobatan yang harus ia wartakan.

Cinta untuk Kristus melahirkan sukacita: “Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh” (ayat30).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here